Minggu, 02 September 2012
PKS menangkan Fauzi Bowo
PKS bertekad memenangkan Calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dengan perolehan suara minimal 65 persen.
Hal itu disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPW) PKS DKI Jakarta Triwisaksana pada acara Konsolidasi dan halal bihalal
struktur dan jaringan PKS se-Jakarta Selatan di Gor Bulungan, Minggu (2/9/2012).
Pria yang akrab dipanggil Bang Sani itu meminta seluruh kader, struktur, dan jaringan PKS untuk bersatu memenangkan calon Fauzi Bowo (Foke) dan Nachrowi Ramli (Nara) pada pilkada putaran kedua yang akan digelar 20 September mendatang.
"Pada putaran pertama kita sudah berjuang. Di putaran kedua kita akan berjuang sekali lagi untuk memenangkan pilkada. Dan Syawal adalah bulan kemenangan, dengan calonnya yang bernama Fauzi yang artinya juga kemenangan. Maka Insya Allah kita akan menang di Jakarta Selatan dan juga di daerah lainnya di seluruh Jakarta," ungkap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini.
Di hadapan lebih kurang 5.000 peserta yang hadir, Triwisaksana menjalaskan alasan mendukung Fauzi Bowo. PKS, lanjutnya, sudah bertemu dengan kedua pasang calon dan meminta komitmen keduanya untuk membangun Jakarta.
Fauzi Bowo menerima program-program yang diperjuangkan PKS pada pilkada putaran pertama. Calon lainnya, lanjut Bang Sani, tidak siap dengan komitmen membangun Jakarta.
Hal yang sama juga disampaikan Ketua DPD PKS Jakarta Selatan Khoiruddin. Ia meminta umat Islam untuk bersatu dan jangan terkotak-kotak, sehingga bisa menghadirkan kemenangan bagi Fauzi Bowo. husnu mufid
Sementara itu, Fauzi Bowo mengatakan bahwa dirinya merasa bersyukur bisa berkoalisi dengan PKS pada pilkada putaran kedua.
Dirinya menilai bahwa kader dan struktur PKS memiliki kerja-kerja yang nyata.
"Unsur yang paling banyak mendukung saya di DKI adalah dari Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta. Saya ucapkan rasa terimakasih kepada PKS yang telah mempercayakan amanah kepada saya untuk melanjutkan perjuangan PKS di DKI Jakarta," ujar Fauzi Bowo.
Innalillahi, Ibunda Cak Nun Tutup Usia
Ny Halimah, ibunda budayawan asal Jombang, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun, tutup usia. Warga Desa Menturo Kecamatan Sumobito ini meninggal di RSUD Jombang pada pukul 07.27 WIB, Sabtu (1/9/2012). Rencananya, jenazah almarhumah akan dimakamkan di desa setempat selepas dhuhur.
Nasrul Ilahi atau Cak Nas, adik kandung Cak Nun, mengatakan, ibunya menghembuskan nafas terakhir pada pukul 07.27 WIB di RSUD Jombang. Sebelumnya, almarhumah mendapatkan perawatan secara intensif di rumah sakit tersebut karena didera penyakit. Ny Halimah meninggalkan 15 anak. Cak Nun sendiri merupakan anak yang ke-empat.
"Insya Allah prosesi pemakaman akan dilakukan setelah shalat dzuhur. Mohon maaf atas semua kesalahan Beliau," kata Cak Nas dalam pesan singkatnya via ponsel.
Nasdem Deklarasikan 'Gemuruh'
Partai NasDem semakin gencar melakukan persiapan untuk menghadapi Pemilu 2014. Partai ini memperkuat diri dengan membentuk organisasi sayap Gerakan Massa Buruh (Gemuruh).
Deklarasi itu digelar di Hotel Mercure Ancol, Jl Pantai Indah, Jakarta Utara, Minggu (2/9/2012). Hadir dalam acara ini pendiri Partai Nasdem Surya Paloh serta IGK Manila, politisi partai itu. Terdapat juga beberapa perwakilan dari organisasi buruh antara lain FSBI, SBSI, SPN dan SPMI.
Ketua Umum NasDem Rio Capella mengatakan, dibentuknya organisasi sayap Gemuruh ini dibentuk sebagai wadah bagi para buruh untuk menghadapi berbagai persoalan yang terkait mereka.
"Tujuan dibentuknya Gemuruh adalah sebagai penampung aspirasi teman-teman buruh dan merupakan organisasi sayap partai Nasdem yang akan membantu memperjuangkan aspirasi para buruh secara advokasi karena UU no 13 tahun 2003 tidak dilaksanakan secara sempurna oleh pemerintah," ujar Rio dalam sambutannya.
Dalam deklarasi sore ini, juga mengukuhkan Irma Suryani Chaniago sebagai Ketua Gemuruh. Sebelum acara deklarasi juga telah dilakukan rapat umum pada pagi tadi.
NasDem memang salah satu partai yang cukup gencar dalam melakukan persiapan untuk Pemilu 2014, apalagi jika mengingat partai ini tergolong baru. Bahkan berdasarkan sejumlah survei yang dilakukan beberapa lembaga, Nasdem dianggap sebagai kuda hitam yang patut diperhit
Prijanto Hadiri Acara Jokowi
Kedatangan Prijanto di tengah 'lautan kotak-kotak' di acara halalbihalal PDIP, menarik perhatian. Namun Prijanto mengaku hadir di acara tersebut sebagai tamu undangan sama seperti yang lainnya.
"Ya seperti undangan halalbihalal seperti biasa. Datang sebagai Wakil Gubernur," kata Prijanto usai menghadiri halalbihalal di Hotel Grand Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (2/8/2012).
Prijanto yang datang mengenakan baju batik bercorak biru mengatakan keberadaan dirinya di acara itu bukan untuk mendukung pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki T Purnama.
Saat ditanyakan wartawan mengapa tidak menghadiri acara halalbihalal yang digelar PKS di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Prijanto mengaku tidak menerima undangan acara tersebut.
"Tidak diundang oleh PKS," katanya sambil tersenyum.
Halalbihalal PDIP ini dihadiri Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri serta pasangan cagub-cawagub Jokowi-Ahok. Berikut ratusan kader PDIP di DPD seluruh wilayah Jakarta. Mereka semua mengenakan baju kotak-kotak.
Surakarta Segera Gelar Apel Damai Solo
Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta akan menggelar apel siaga bertemakan "Solo Damai," Rabu (5/9) di Lapangan Kota Barat. Acara ini bertujuan untuk menggugah kesadaran bahwa sektor keamanan adalah tanggung jawab semua elemen masyarakat.
"Pemkot Surakarta ingin menggugah kembali bahwa urusan keamanan adalah semua elemen masyarakat. Sehingga masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menegakkan benang kusut keamanan kota Solo," kata Sekda Pemkot Surakarta Budi Soeharto kepada wartawan di Solo, Minggu (2/9/2012).
Apel Solo Damai akan melibatkan TNI, Polri, Linmas, organisasi politik dan organisasi masyarakat yang ada di kota itu.
Ia mengatakan bahwa dengan akan digelarnya apel siaga tersebut diharapkan akan lebih menggerakkan peran masyarakat yang belakangan ini agak mengendor, seperti ronda, pamswakarsa dan lain-lain yang hubunannya dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Nampaknya peran masyarakat terkait keamanan bersama belakangan ini agak berkurang. Maka penyelenggaraan apel ini dimaksudkan untuk memotivasi peran masyarakat, sekaligus konsolidasi masyarakat kota Solo. Paling tidak tercipta kota Solo yang damai," katanya.
Lebih lanjut Budi mengatakan bahwa apel siaga Solo Damai akan diikuti sekitar 2.000 peserta.
"Sebanyak 2.000 peserta itu sebagai perwakilan dari seluruh elemen masyakat yang ada di kota Solo. Rencananya apel tersebut dilaksanakan di Lapangan Kotabarat," katanya. husnu mufid
Jokowi : Saksinya Seragam Kotak-Kotak
Calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menegaskan, para saksi dari pihaknya yang akan bertugas di Pilkada putaran kedua akan tetap berkemeja khasnya, kotak-kotak. Dikatakannya, tidak ada larangan yang menyebutkan secara spesifik terkait hal tersebut.
"Baju kotak-kotak kan nggak ada nomornya, nggak ada gambarnya, jadi nggak masalah. Ya kita sama-sama cerdas lah," ujar pria yang lebih akrab dipanggil Jowowi itu, dalam konferensi pers usai acara halalbihalal di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2012) siang.
Dia sempat mempertanyakan wacana pelarangan memakai kemeja motif kotak-kotak. Menurutnya, wacana tersebut tidak memiliki dasar hukum. Terlebih, tegas Jokowi, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) telah menjawab wacana tersebut. Ia juga berharap wacana tersebut tidak dibesar-besarkan.
"Di sini kotak-kotak, di sana bulet-bulet, nggak apa-apa. Jadi kreatif dilawan kreatif, masa kreatif dilawan ditolak, nggak nyambung," lanjutnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Advokasi pasangan Jokowi-Basuki, Deni Iskandar di Jakarta, Rabu (11/7/2012) lalu menyatakan, dalam Pilkada putaran pertama, sejumlah saksinya di lapangan diusir oleh petugas KPPS. Pasalnya, para saksi tersebut menggunakan kemeja kotak-kotak yang menjadi ciri khas pasangan tersebut.husnu mufid
Megawati Nasihati Jokowi Tetap Sabar
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan, ia telah berbincang dengan calon gubernur yang diusung partainya bersama Gerindra, Joko Widodo terkait kondisi terakhir.
Kata Megawati, pria yang masih menjabat sebagai wali kota Solo itu mengaku pusing dan prihatin dengan sejumlah peristiwa yang menimpa kotanya, belakangan.
"Pak Jokowi langsung ketemu sambil bilang, 'prihatin ya Bu dengan kejadian di Solo. Ini cobaan dek, yang sabar saja, yang tegar saja'," ujar Megawati mencontohkan percakapan dirinya dengan Jokowi.
Hal itu diungkapkan Megawati di depan ribuan pendukungnya saat acara halal bihalal di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (2/9/2012) siang.
Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, Ketua DPP PDIP Boy Sadikin, serta beberapa artis. Antara lain, Five V, Roy Marteen, Ian Antono, Ahmad Albar, Once dan lainnya.
Megawati menasehati Jokowi untuk tetap kuat menjalani situasi yang demikian rumit. Mega memberikan contoh pada saat dirinya menjabat sebagai Presiden RI ke lima tahun 2000 silam. Megawati mengakui, pada saat itu menjadi salah satu masa yang berat bagi dirinya.
"Jadi hari ini sebenarnya tempaan. Nantinya yang di atas melihat dia ini sanggup atau tidak. Kalau saat ini saja tidak sanggup, problem Jakarta saja sudah besar," lanjut puteri ketiga Ir. Soekarno tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati turut berpesan kepada seluruh kadernya di ibukota untuk bekerja habis-habisan dalam sisa waktu 18 hari, jelang putaran kedua, 20 September 2012 mendatang.
Pihaknya yakin, mesin partai dan warga DKI mampu bekerja dengan baik dan menghendaki perubahan kotanya menjadi lebih baik. husnu mufid
Langganan:
Postingan (Atom)
