Kamis, 20 September 2012
DPD RI: Pilkada DKI, 70 Persen Bagus
Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menilai proses pemungutan suara pada putaran kedua pemilihan kepala daerah DKI Jakarta kali ini terkendali. Saat melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di beberapa lokasi di Jakarta, Ketua DPD RI Irman Gusman menyatakan, pelaksanaan pilkada in sudah cukup baik.
"Pada putaran pertama partisipasi pemilih sudah mencapai 70 persen. Nilainya bagus ya," kata Irman kepada petugas TPS saat meninjau TPS 008 di Aula Kompleks Hankam RW 02, Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat.
Irman menilai angka partisipasi itu sudah mampu melawan golongan orang-orang yang belum sadar memilih atau golput. Ia berharap putaran kedua ini berlangsung lebih baik dibanding putaran pertama.
Hadir sekitar pukul 08.50 WIB, Irman didampingi anggotanya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Husni Malik Kamil, dan Sekjen DPD RI beserta Sekretaris Badan Pengawas Pemilu meninjau partisipasi TPS 008 kemudian ke TPS sebelahnya 009. Saat itu di kedua TPS tersebut tengah berlangsung pemilih putaran kedua dengan jumlah pencoblos mencapai 20 persen dari jumlah pemilih yang terdaftar.
Foke: Sabar, Saatnya Tunggu Suara
Menjelang ditutupnya tempat pemungutan suara, Kamis (20/9/2012) pukul 13.00, calon gubernur nomor urut 1 Fauzi Bowo mengatakan, saatnya menunggu penghitungan suara.
"Sebentar lagi kita masuki penghitungan suara. Silakan menanggapi quick count, tetapi belum hasil akhir. Jadi saya kira kita perlu sedikit bersabar," kata Fauzi.
Untuk mengomentari hasil pilkada, Fauzi mengatakan harus menunggu penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Dia mengakui, ada segunung permasalahan yang dihadapi KPU DKI Jakarta.
"Gunung persoalan itu bisa diselesaikan jika KPU dan masyarakat bersinergi dengan baik," ujar Fauzi. Pada putaran pertama pasangan Fauzi-Nachrowi berada di urutan kedua dengan 34,05 persen suara. Pasangan Jokowi-Basuki unggul dengan 42,60 persen suara. husnu mufid
Foke Merajai di Lokasi Bekas Kebakaran
Waktu penghitungan suara dimulai menyusul berakhirnya waktu pemungutan suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua. Di TPS 012, , RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli Berhasil mengungguli pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahjaja Purnama.
Hal itu deketahui berdasarkan hasil penghitungan di TPS ini. Dari 468 pemilih yang terdaftar, 189 suara menjadi milik pasangan Foke-Nara dan pasangan Jokowi-Ahok hanya berhasil mendulang 171 suara. Sementara tiga surat suara dinyatakan tidak sah, dan kertas suara yang tidak terpakai sebanyak 117 lembar.
"Jumlahnya pas 180 kertas suara, DPT 468 suara dan cadangan surat suara sebanyak 12 lembar," kata Ketua TPS 012 Abdul Latif seusai menghitung hasil perolehan suara.
Diberitakan sebelumnya, proses pemungutan suara pada di TPS 012 berjalan lancar. Dari 468 pemilih yang terdaftar, sekitar 350 di antaranya memenuhi undangan dan memberikan hak suaranya.
Untuk diketahui, di wilayah RW 02 ini beberapa waktu lalu terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan sekitar 150 rumah. Bahkan banyak warga yang akhirnya kehilangan tempat tinggalnya.
Saat ditemui, Ketua RW 02 Ahmad Sahil Hakim mengatakan, seluruh warga, termasuk mereka yang menjadi korban kebakaran mendapatkan undangan dan hak memilihnya. Walau pada pelaksanaannya tidak semua warga yang memberikan suaranya di TPS karena sejumlah alasan.
"Proses cukup lancar, semua warga mendapat undangan untuk memilih. Tapi banyak juga warga korban kebakaran yang tidak datang karena masih berada di kampung halaman," kata Ahmad di lokasi pencoblosan, Kamis (20/9/2012).
Sampai berita ini diturunkan, situasi pasca-penghitungan suara cukup aman dan terkendali. Mengingat, pada putaran pertama pasangan calon Foke-Nara berhasil unggul di wilayah ini dengan pautan jumlah suara tipis. Berdasarkan pantauan Kompas.com, terdapat sisa kertas suara sekitar 130 lembar.husnu mufid
Jokowi Berkemeja Motif Putih
Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi tidak berkemeja motif kotak-kotak saat mendampingi keluarga Megawati Soekarnoputri memberikan suaranya di TPS 031 RT 010 RW 04 Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2012).
Kemeja kotak-kotak diidentikkan dengan pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan nomor urut 3.
Pasangan ini berkompetisi dengan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) bernomor urut 1 yang merupakan pasangan petahana sebab Fauzi Bowo masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.
"Saya pakai kemeja putih karena kemeja kotak-kotak belum kering," kata Jokowi disambut tawa wartawan saat jumpa pers bersama Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani di rumah Nomor 45 Jalan Kebagusan Dalam IV, Kebagusan, Pasar Minggu.husnu mufid
6.000 Relawan FED Potret Hasil Suara
Sejumlah 6.000 orang relawan yang tergabung dalam Forum Elektronik Demokrasi (FED), memotret hasil penghitungan suara di tempat-tempat pemungutan suara (TPS) se-Jakarta.
Wakil Ketua FED Erik Rizki mengatakan, relawan itu sudah terdaftar di FED dan Panwas Pilkada Jakarta. "Foto yang dihimpun relawan ini akan menjadi bank data kami dan bisa digunakan bila terjadi perselisihan atas hasil penghitungan suara," kata Erik, Kamis (20/9/2012) di Jakarta.
Data yang dihimpun FED ini tidak dipublikasikan untuk umum. Data ini hanya bisa diakses oleh para relawan. Menurut Erik, selain data yang dikirim relawan, FED juga menerima data yang dikirim spontan oleh warga.husnu mufid
Pendukung Jokowi di Solo
Pendukung calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) di Kota Solo menyanyikan lagu bertema ucapan terima kasih kepada warga Jakarta yang telah memilih Jokowi menjadi Gubernur DKI.
Puluhan pendukung Jokowi-Ahok kompak mengenakan baju kotak-kotak, berkumpul bersama di kantor DPC PDI-P di Brengosan, Solo. Dalam lagu yang belum ada judulnya tersebut, terdapat ucapan legawa (merelakan) untuk melepas Jokowi pergi ke Jakarta untuk menjadi gubernur DKI.
Lusi, salah seorang pendukung Jokowi, mengatakan, mereka akan selalu mendukung dan optimistis Jokowi akan lolos menjadi gubernur.
"Kita selalu mendukung dan optimistis Jokowi akan menang, dan rela Pak Jokowi menjadi gubernur DKI," katanya, Kamis (20/9/2012).
Tampak para pendukung bersorak sorai saat suara Jokowi-Ahok terus unggul atas saingannya, pasangan Foke -Nara. Berdasarkan hasil hitung cepat Kompas, pasangan Jokowi-Ahok mendapat suara 53, 23 persen, sedangan Foke-Nara 46,77 persen.husnu mufid
Foke Telepon Jokowi
Di tengah makan siang, telepon selular calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berdering. Saat diangkat, suara berat seorang pria terdengar. Buru-buru Jokowi menghentikan santapan makan siangnya. Telepon itu ternyata berasal dari pesaing kuatnya, Fauzi Bowo. Foke, sapaan akrab Fauzi, mengucapkan selamat kepada pasangan calon nomor tiga ini.
"Baru dua menit yang lalu Pak Foke telepon saya. Intinya mengucapkan selamat," kata Jokowi.
Ucapan selamat Foke kepadanya pun langsung dijawab Jokowi dengan menyampaikan permintaan maaf. "Saya juga mohon maaf sebesar-besarnya kalau saya ngerepotin selama ini, kalau ada kata yang tidak berkenan. Beliau mengiyakan, dan menitip salam untuk keluarga," ujar Jokowi.
Tidak hanya meminta maaf, Jokowi juga meminta Foke turut membantunya dalam memimpin Jakarta. "Saya mohon ke beliau untuk nanti membantu karena beliau kuasai lapangan dan sudah berikan kesanggupannya," kata Jokowi.
Pembicaraan itu berlangsung singkat. Hanya sekitar lima menit. Jokowi mengaku dirinya berencana bertemu dengan Foke-Nara dalam waktu dekat.husnu mufid
Langganan:
Postingan (Atom)
