Sabtu, 23 November 2013

ilmu pengetahuan

penerbit menara madinah merupakan sarana untuk mencari ilmu pengetahuan

sejarah

sejarah sangat penting buat peradaban manusia

salam sukses

sukses selalu buat penerbitmenara madinah

Perjalanan Panjang




Perjalanan Panjang Setiap Manusia

Selamat Jumpa



Selamat Datang Anda di Web Penerbit Menara Madinah.

Minggu, 29 September 2013

Makam Bejagung 3

Ziarah Ke Makam Sunan Bejagung Lor, Di Tuban, Jawa Timur (3)
Menyalakanlampu di Masjidil Haram

Meski bukantermasuk salah satu dari Wali Songo, namun kanjeng Sunan Bejagung juga tercatatsebagai wali yang ikut berkiprah dalam perjuangan Islam di tanah Jawa. Makamdan sejumlah peninggalanya pun hingga kini menjadi salah satu tujuan wisatareligi di Kabupaten Tuban.Tepatnya di Desa Bejagung, KecamatanSemanding, Kabupaten Tuban.

Penyebaran Agama Islam dikabupaten Tuban tidak terlepas dari peran seorang ulama besar bernama SyekhAbdullah As’ari (Sunan Bejagung Lor). Sebab, sejak kecil beliau diajakberda’wah oleh ayahandanya (Syekh Maulana Ibrahim Asmara bin Sayyid JamaludinAl Khusaini Al Kubra atau tersohor dengan sebutan Syekh Jumadil Kubra yangpusarannya berada di Mojokerto, Jawa Timur) bersama dua orang saudaranya(Maulana Ibraohim Assamarqondi dan Maulana Ishaq ayah Sunan Giri) ke Sumateradan Jawa (Nusantara).

Jadi tidak heran, ketika beranjakdewasa dan tua. Beliau masih terus memperjuangkan agama Allah di tanah Jawa. Halitu dikuatkan dengan keterangan Buku Babad Tanah Jawa dan Buku Babad Tuban,juga berdasarkan buku dokumen Bejang yang menerangkan bahwa semasa hidupnyaKanjeng Sunan Bejagung, selain siar agama. Kanjeng sunan bejagung jugamempunyai karomah, salah satunya adalah setiap sore beliau selalu pergi keMakkah untuk menyalakan Lampu Masjidil Haram Makkah dan menjadi MuadzinMasjidil Haram Makkah Al Mukarromah.

Bahkan ada satu keyakinan yangsampai sekarang masih diwanti-wanti oleh warga sekitar. Yaitu tentang larangan makanikan meladang. Kenapa? Menurut ceritanya,  suatu saat Sunan Bejagung diajak pergi Hajioleh Santrinya yang dari bangsa Jin. Santri tersebut sanggup menggendong SunanBejagung dari Tuban sampai ke Masjidil Haram Makkah. Tetapi setelah digendongdan terbang ke angkasa, tepat diatas samudra , Sunan Bejagung dilepas dan jatuhke Laut. Tetapi Sunan Bejagung Selamat lantaran ditolong oleh ikan meladang dandipinggirkan sampai  Jeddah suatu Pantai di Hadramaut (yang sekarangdikenal dengan Saudi Arabia).

Setelah sampai di Arab SunanBejagung berpesan kepada semua anak cucunya jangan sampai makan ikan meladang.Dan ternyata sampai sekarang anak cucu keturunan Sunan Bejagung tidak diperkenankanmakan ikan meladang. Bila makan ikan meladang maka timbul penyakit gatal.

Silsilah Sunan Bejagung denganurutan Nabi Muhammad :

1.                NabiMuhammad  SAW.
2.                BerputriSiti Fatimah Az-sahro’ (Isatri Sayidina Ali Bin Abi Tholib )
3.                BerputeraSayyid Husain.
4.                BerputeraSayyid Ali Zainul Abidin.
5.                BerputeraSayyid Muhammad Al-Baqir.
6.                BerputeraSayyid Ja’far Shodiq.
7.                BerputeraSayyid Ali Al ‘Uroidli.
8.                BerputeraSayyid An- Naqib Ar- Rumi.
9.                BerputeraSayyid Isa An- Naqib Al-Bashori.
10.          BerputeraSaqyyid Achmad Muhajirb Al- Faqih Al- Muqoddam.
11.          BerouteraSayyid Ubaidillah.
12.          BerputeraSayyid ‘Alawi.
13.          BerputeraSayyid Muhammad.
14.          BerpyteraSayyid ‘Alawi.
15.          BerpyteraSayyid Ali Kholi’ Qosam.
16.          BerputeraSayyid Muhammad Shodiq Murrobath
17.          BerputeraSayyid Abdul Malik.
18.          BerputeraSayyid Abdullah Khon.
19.          BerputeraSayyid Ahmad Syah .
20.          BerputeraSayyid Jamaluddin  Al kusaini atau Sayyid  Jamalludin Kubra atauSayyid Jumaddil Kubro.

Berputera 21 orang, tiga orang diantaranya ialah :
1.                MaulanaIbrahim Asmoro  (Sunan Gresik,Tuban )
2.                MaulanaIshak ( Sunan Pasai ,Sumatra )
3.                SayyidAbdullah Asy’ari  ( Sunan Bejagung, Tuban )

Sayyid Abdullah Asy’ari yang dikenal dengan nama Sunan Bejagungini berputera 3 orang :
(1)  Syekh Abdurrahim atau Sunan Pojok.
(2) Nyai Faiqoh atau Isteri Pangeran Penghulu atau Syekh HasyimAlamuddin atau Sunan Bejagung ke-2, makamnya di Bejagung kidul, di sekitarmakam ini terdapat Situs peninggalan pondasi Masjid, petilasan dalem kasunananBejagung , dan dilestarikan oleh masyaraka Bejagung dalam bentuk PondokPesantren Sunan Bejagung (yang didalamnya terdapat Lembaga Pendidikan : RA,Madrasah Ibtidaiyah, SMP Islam, Madrasah Aliyah, dan Madrasah DiniyahTakmiliyah)
(3) Syekh Afandhi atau Sunan Waruju, makamnya di belakangPengimaman Masjid Bejagung. HARIS


Makam Bejagung 2

Ziarah Ke Makam Sunan Bejagung Lor, Di Tuban, Jawa Timur (2)
Pohonmaja, saksi bisu Islamnya Gajah Mada

Dihalaman Pondok Pesantren Sunan Bejagung terdapat sebuah gugusan batu besar dansebatang pohon maja. Keduanya bukanlah pohon dan batu biasa, pasalnya di tempatitulah konon ceritanya, mahapatih Gajah Mada yang dikenal sakti mandra gunadengan ilmu Barat Ketigo-nya menyatakan keislamannya. Benarkah?

Lokasinya tidak terlampau jauh dengan pusara Kanjeng SunanBejagung Lor. Dekat dengan mushola dan berada di belakang kantor pondok. Terdapatsebuah gugusan batu berukuran besar. Bentuk gugusan batu itu juga tak terlihataneh, nyaris sama dengan batu yang sering dijumpai di daerah-daerah kapur.

Sepintas melihtanya tidak ada yang istimewa dengan batu itu.Apalagi disela-sela batu tumbuh rumput-rumput liar, sedangkan disebelahnya tumbuhsebatang pohon maja, yang banyak dijumpai dikabupaten Mojokerto. Namun, bagimasyarakat sekitarnya, batu dan pohon maja itu ternyata menyimpan rahasia. Pasalnya,menurut keyakinan warga setempat, batu itu adalah tempat di mana Patih GajahMada menyatakan keislamannya dengan dibimbing Kanjeng Sunan Bejagung. Setelah diamerasa kalah digdaya dengan keilmuan yang dimiliki kanjeng sunan.

Dalam legenda disebutkan, setelah Gajah-gajah dari Majapahit menjadibatu, para pasukan Majapahit kembali dan Lapor kepada Sang Prabu Hayam wuruk bahwa semua Gajah Pasukan Majapahit menjadi batu. Kemudian SangPrabu memerintahkan kepada Patih Gajah Mada yang terkenal dengan Ilmunya Barat Ketigo untuk mencoba sejauh mana Ilmu SunanBejagung.

BerangkatlahPatih Gajah Mada tanpa balatentara. Dia menyamar dan menggunakan nama Barat Ketigo.Kemudian dia mengaduk air laut Tuban sampai keruh dan berpura-pura mencari ikandodok. Setelah diketahui oleh Sunan Bejagung, Barat ketigo ditanya, iamenjawab. “mencari ikan dodok, karena adiknya hamil dan nyidam ingin makan ikandodok”.

AkhirnyaSunan Bejagung mengambil lontar dibuat timba dan Barat ketigo diperintah untukmengambil daun waru. Setelah tempayan lontar tersebut diisi dengan air dan daunwaru dimasukkan kedalam timba. Seketika itu daun waru menjadi ikan Dodok. “Kejadianinilah yang selalu diingat oleh Masyarakat Desa Bejagung, dan sampai sekarangapabila ada warga yang akan mengadakan kenduri selalu menggunakan ikan dodokkering,” kata KH Abdul Matin pengasuh pondok Bejagung .

Pohon Kelapa Direbahkan Dengan Jari Tangan

Dari sini sebenarnya Gajah Mada merasa bahwa ia telahdikalahkan oleh Sunan Bejagung. Namun ia masih belum juga puas. Ia kemudianberusaha memamerkan kesaktiannya dengan menggoyang sebuah pohon kelapa hinggasemua buahnya rontok. Sunan Bejagung yang melihat itu hanya mengatakan “ Jikaingin mengambil buah kelapa jangan seperti itu”. Beliau lantas menuding sebuahpohon kelapa yang segera tertunduk begitu tangan Sunan Bejagung menudingnya danGajah Mada dipersilahkan mengambil buah pohon kelapa yang telah rebah itu.

Gajah Mada pun segera mengambil buah kelapa itu, lantasdiminumnya. Tak hanya satu, ia mengambil ribuan buah kelapa untuk diminumsekaligus. Gajah Mada kemudian berujar bahwa sekian banyak buah kelapa telah iaminum tetapi rasa hausnya masih belum juga hilang. Mendengar itu Sunan Bejagungkemudian mengambil buah maja berduri yang telah jatuh ke tanah.

Buah maja itu lantas dikupas, dikeluarkan isinya dan diisidengan air kemudian disuguhkan kepada Gajah Mada. Anehnya, air dalam buah majayang lebih kecil dari kelapa itu seperti tak habis-habisnya saat diminum GajahMada. Bahkan Gajah Mada merasa sudah tak kuat lagi minum dan menyatakan bahwaia menyerah.

Ia mengakui bahwa telah kalah dari Sunan Bejagung. Dari situGajah Mada kemudian bersedia untuk memeluk Islam dengan dibimbing oleh SunanBejagung. Setelah ia mengundurkan diri dari jabatan Mahapatih, ia beralih namamenjadi Patih Barat Ketigo dan menghabiskan sisa hidupnya di Bejagung. Makamnyakini terletak tak jauh dari makam Sunan Bejagung Kidul, dikenal dengan namaMakam Panjang.

Pohon maja berduri (mojori) itu saat ini memang telah tumbang. Tetapi ditempat yang sama, dihalaman Ponpes Sunan Bejagung, kini telah tumbuh sebatang pohon maja yang masihagak muda. Pohon itu berdekatan dengan batu tempat Gajah Mada menyatakankeislamannya. HARIS