Rabu, 19 Juni 2019

Sejarah Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi




Penghayatan atas Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan khasanah yang dihidupi oleh masyarakat Nusantara sejak dahulu. Sebagai jati diri leluhur yang menjadi prinsip dinamika Ke-Indonesia-an.  Keberadaan penghayatan atas Ketuhanan Yang Maha Esa Nusantara ini memang sering dipertentangkan dengan agama formal yang telah diakui oleh undang-undang.

 Sejarah mencatat bahwa penghayatan atas Ketuhanan Yang Maha Esa Nusantara telah lebih dahulu ada sebelum agama-agama  dimaksud berkembang di Indonesia. Terlepas dari berbagai diskusi tersebut, penghayatan yang menghasilkan sekian konsep-konsep semesta, nilai-nilai hidup serta praktik ritual khas Nusantara ini adalah sumbangan Indonesia  bagi peradaban universal.

Negara Kesatuan Republik Indonesai mengakui secara resmi keberadaan penghayatan khas Nusantara tersebut sebagai Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Satuan kerja khusus dibentuk, dan bertanggungjawab penuh , atas keberadaan serta pemenuhan hak-hak sipil pelaku Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai warga Negara Indonesia.



1975: Memasukkan Penghayat kepercayaan kedalam Kantor Wilayah Departemen Agama. dengan memasukkannya pada salah satu bagian pada Sekretariat Kantor Wilayah Departemen Agama di beberapa Propinsi. Selanjutnya berdasarkan Instruksi Menteri Agama nomor 13 tahun 1975, pembinaannya dialihkan pada Sub bagian Umum Tata Usaha.
1978: Dialihkan kedalam Dep. Pendidikan dan Kebudayaan (Direktorat  Bin Hayat Kepercayaan) (Keppres 40/1978). kepercayaan adalah salah satu unsur dan wujud budaya bangsa, dan bukan merupakan agama.
1980: keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0222e/01/1980, Direktorat Pembinaan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kebudayaan di bidang pembinaan perikehidupan masyarakat penghayat kepercayaan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan.
1999: dilaksanakan oleh Direktorat Nilai budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional
2001: dilaksanakan oleh Direktorat Tradisi dan Kepercayaan Direkturat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film. Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional bergabung dengan Kementerian Kebudayaan, Seni Budaya dalam wadah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
2002: dilaksanakan oleh Direktorat Tradisi dan Kepercayaan, Badan Pengembangan Pariwisata. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dimekarkan menjadi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang bertugas merumuskan kebijakan, sedangkan untuk operasionalnya diserahkan pada Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata
2003: Asisten Deputi Urusan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Urusan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa diserahkan pada Asisten Deputi Urusan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Deputi Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan
2006 : Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Ditjen NBSF, Kembudpar
2012: Direktorat Pembinaan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Direktorat Jenderal Kebudayaan. Kemdikbud
Perubahan Instansi yang menangani penghayat kepercayaan berjalan seiring dengan perubahan penyelenggaraan administrasi pemerintahan yang berdasarkan prinsip-prinsip pokok, pola, sikap, dan pola administrasi yang demokratis, obyektif dan profesional dalam menciptakan keadilan dan kepastian hukum bagi penghayatan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Totok Budiantoro

Koresponden MM.com.

HUT Bhayangkara ke 73 Siap Hebohkan Pasar Rakyat



Sampang-menara madinah.com-Kegiatan "Pasar Rakyat Herbangin Tasyakuran Sampang 2019" yang digelar di Lapangan Wijaya Kusuma Sampang, tanggal 13 - 22 Juni 2019 bakal lebih semarak.

Setidaknya, Panggung Hiburan rakyat memeriahkan HUT Bhayangkara ke-73 Tahun 2019 bakal digelar di panggung utama, Jumat (21/6) petang depan.

Menurut Kasat Intelkam Polres Sampang: AKP Kariono, SH, Panggung Hiburan HUT Bhayangkara ke-73 di Sampang Jumat (21/6) akan dikemas menarik. Rencananya, Kapolres AKBP Budi Wardiman,S.H. S.I.K, MH siap hadir di lokasi kegiatan. "Pak Kapolres mendukung penuh kegiatan ini," katanya.

Ada sejumlah hiburan menarik yang akan dikemas HUT ke-73 Bhayangkara ini. Juga melibatkan sejumlah bintang tamu. Siapa saja mereka? " Tunggu saat pertunjukan, InshaAllah menarik," kata Kasat Intel saat dihubungi di kantornya tadi pagi.

Kegiatan "Pasar Rakyat Herbangin Tasyakuran Sampang 2019" ini hasil kerjasama Pemkab Sampang, Polres Sampang dan DMR Production Surabaya. Tiap malam selalu ramai pengunjung. Disponsori Herbangin dan didukung TV9, TimesIndonesia, SuaraJatim dan Josstoday.
Damar Huda
Koresnden MM.com(*)

Kadiskop dan UKM Pemrov Jatim: Yang Menjawab Salam Dosanya Diampuni


Kadiskop dan UKM Pemprov Jatim : Yang Menjawab Salam, Dosanya Diampuni

Selalu diselingi canda. Begitulah Kepala Dinas Koperasi Dan UKM Pemprov Jatim Mas Purnomo Hadi.
Misalnya, saat membuka "Forum Pengembangan Koperasi dan UKM di Jawa Timur Tahun 2019" yang digelar di hotel Savana Malang, Rabu (19/6) tadi siang.

Ayah -- begitu ia biasa dipanggil - membuka kegiatan dengan mengucap salam. Setelah itu, ia menambahkan, sebagai orang Madura, sangat yakin bahwa siapapun yang menjawab salam, InshaAllah masuk surga.

"Juga ..bagi yang menjawab salam, dosanya akan diampuni dan lunas semua utang-utangnya," ujar Ayah yang disambut koor "Aaminnn .." dari ratusan hadirin.

Forum diskusi tiga hari tanggal 19 - 21 Juni 2019 ini digelar Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Jatim. Hadir para Kepala Dinas Koperasi Pemkab dan Pemkot di Jatim.

Kegiatan juga dimaksudkan halal bihalal antar pejabat pengembang koperasi dan UKM di Jatim. (*) Damar Huda Koresponden MM.com

Selasa, 18 Juni 2019

Kurang Sosialisasi, Aturan Pemendikbud 51 Tahun 2018 Membingungkan Orang Tua Siswa



Aturan Permendikbud 51 Tahun



Jember-menaramadinah.com-  Sangat ironis sekali dengan penerapan Permendikbud 51 tahun 2018 karena minim sosialisasi banyak orang tua siswa yang merasa dirugikan.

 Dunia pendidikan kita saat ini carut marut dengan aturan Permendikbud yang baru 51 tahun 2018 ini, banyak orang tua yang mengeluh karena dengan aturan zonasi ini semakin tak karuan . Bahkan  ada 4 orang siswa prestasi dari cabang olahraga sepak bola yang tak bisa masuk sekolah SMA Negeri pinggiran . Padahal Kepala Dinas Pendidikan dengan jelas telah menyampaikan pada saat usai sidak ujian beberapa pekan lalu di SMPN 7.

 Jember-Selama proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 tidak ditemukan permasalahan yang serius. Sementara munculnya keluhan wali murid  disebabkan sistem zonasi masih baru  penerapan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Dr. H. Edy Budi Susilo, Selasa, 18 Juni 2019 saat ditemui di ruang kerjanya.

Edy menjelaskan, secara umum belum terindentifikasi persoalan-persoalan yang ada di lapangan terkait PPDB.
"Tetapi beberapa wali murid masih bingung, karena faktor jarak rumah dengan sekolah yang diinginkan," kata Edi Budi.

Dalam Permendikbud nomor 51 tahun 2018, terang Edy, tentang filosofi pemerataan pendidikan mengandung makna semua memiliki kesempatan yang sama.
Oleh karenanya, dalam zonasi murni untuk SMP tidak mensyaratkan nilai atau hasil ujian nasional (UN). Maka, untuk PPDB SMP, semua mengacu kepada zonasi atau jarak terdekat antar-rumah dan sekolah yang dituju dalam zonasi tersebut.

Penentuannya, siswa yang rumahnya terdekat dengan sekolah yang dituju mendapat prioritas utama untuk sekolah di tempat tersebut, tanpa syarat nilai.
Untuk SMP ada tiga jalur utama, yakni jalur prestasi, jalur perpindahan orang tua, dan jalur zonasi, terang Edy di ruang kerjanya.

Jalur prestasi terdiri dari jalur prestasi akademik dan non-akademik. Dalam jalur ini bupati memberikan ruang kepada hafidz dan hafidzah, serta difabel.
Pembukaan PPDB SMP dimulai dari tanggal 13-14 juni 2019 untuk jalur perpindahan orang tua dan prestasi, yang diumumkan tanggal 17 Juni 2019.

Pada tanggal 17 Juni dibuka pendaftaran untuk jalur zonasi sampai 19 Juni 2019, yang akan diumumkan 27 Juni 2019,
"Pendaftaran dan berkas ke sekolah masing-masing. Dari sekolah ada operator yang menginformasikan secara online ke Dinas Pendidikan," ungkapnya.

Terkait legalisir Kartu Keluarga (KK) yang menjadi salah satu syarat administrasi PPDB, Edy menjelaskan ketentuan ini dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
"Di juknis sudah dituangkan, baik melalui Perbup nomor 47 dan SK bupati 199, 200, dan 201, itu adalah dilegalisir oleh RT, RW, dan kelurahan atau desa setempat. Artinya wilayah pengurusan adminduk terdekat," tegasnya.

Edy juga mengatakan, sistem ini memang baru, yang cukup membingungkan bagi sebagian masyarakat. Karena itu, Edy menyebut saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menjadi orang tua yang bijak.
Yakni orang tua yang tahu betul tentang informasi sistem PPDB ini, dan situasi keluarga seperti jarak rumah ke sekolah. Juga tahu kebutuhan anak, bukan yang menonjolkan keinginan, ujarnya.

"Bijak dalam menentukan pilihan, itu menjadi kunci untuk diterima," imbuh Edy.
Terkait wali murid yang mengeluhkan jalur zonasi yang membuat anaknya tidak mendapat peluang sesuai keinginan, Edy menegaskan bahwa sistem ini adalah aturan yang harus dilaksanakan.

 Setiap kebijakan tentu ada evaluasi, pungkasnya.

Pantauan media ini saat pendaftaran sangat antri, bahkan ada orang tua yang mulai pagi hingga jam 19.00.
(Hairul, KorespondenMM.com)

Panitia Pilkades Curah Lele Terbentuk, Siap Gelar Pilkades Jurdil





Jember, Menara Madinah.com-
Berdasarkan SK Bupati Jember, yang mengatur tahapan pemilihan kepala desa (Pilkades), serentak dari 161 desa ini, satu persatu mulai dilaksanakan. Sesuai tahapan yang ditetapkan mulai tanggal 18 sampai 20 Juni 2019 Panitian Pilkades harus terbentuk.

Untuk memenuhi tahapan tersebut, BPD Curahlele telah melaksanakan pemilihan Panitian Pilkades. Melalui Musyawarah Desa (Musdes), yang dipimpin langsung oleh Ketua BPD Curahlele, Zimamul Wafa didampingi PJ Kades, Nurul Aini telah ditetapkan susunan panitia Pilkades Curahlele pada Selasa malam 18 Juni 2019 di gedung pertemuan balai desa.

Susunan panitia, ketua: Mohammad Nuril. Sekretaris: Abdul Wafi. Bendahara: Choirul Anam. Koordinator Pendaftaran: Muhammad Nur. Koordinator Keamanan: Nur Hasan. Koordinator Umum: Mashuri. Koordinator Administrasi : Slamet . Koordinator Humas: Sunter Baidowi. Koordinator Perlengkapan : M. Soleh. 
Pada saat Musdes tersebut langsung diserahkan SK Panitia Pilkades Curahlele.

Harapan Sukses
Dengan telah terbentuknya panitia Pilkades ini, PJ Kades Curahlele berharap panitia bisa melaksanakan tahapan Pilkades sesuai yang ditetapkan oleh Bupati Jember.

Disamping itu panitia juga diharapkan mampu menggelar pesta demokrasi yang adil, jujur, transparan, tidak memihak.

"Tugas panitia Pilkades sangat berat, tetapi dengan kerja ikhlas dan amanah, saya yakin panitia yang terpilih saat ini mumpu menggelar Pilkades terbaik dari sebelumnya," tutur PJ Kades Curahlele, Nurul Aini, usai pengukuhan Pantia.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua BPD Curahlele, Zimamul Wafa. Dia berharap panitia bisa bekerja sesuai tahapan yang telah ada. Dan diharapkan pula panitia juga tidak mudah tergoda oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab.

Tanpa Sekdes
Musdes yang bisa dikatakan hajat tertinggi di tingkat desa ini, disayangkan beberapa tokoh pemuda di Curahlele, karena Sekdesnya tidak tampak hadir.

Salah seorang tokoh pemuda di Curahlele, menganggap ketidak hadiran Sekdes ini merupakan salah satu bentuk sikap tidak tanggungjawab. Karena posisi Sekdes sebagai pendampin Kades. Maka dalam peristiwa bersejarah ini, dia tidak hadir  bisa dikatakan mangkir. Bahkan beberapa tokoh pemuda meminta Sekdes mundur saja dari jabatannya.

Musdes kali ini banyak mengundang perhatian tokoh masyarakat Curahlele ikut hadir. Mereka mengaku ingin tau langsung dalam Musdes untuk menentukan panitia. Dan dengan terpilihnya panitia Pilkades saat ini, mereka mengaku, karena panitia tersebut diisi oleh orang orang yang dikenal jujur, mau kerja.

Hal ini diungkapkan oleh tokoh masyarakat dari Krajan Kidul Kiayi Nur Hasan. Dia hadir pada acara Musdes bersama beberapa tokoh pemuda Krajan Kidul.
(Udik) Koresponden MM.com

Mister Midi, Sukses Bersama PEC dengan Metode"TUYUL"

Penguasaan Bahasa asing khususnya Bahasa Inggris secara baik,benar,pasif maupun aktif adalah modal penting bagi individu yang ingin sukses diberbagai bidang kehidupan pada era informasi,globalisasi dan transformasi sekarang ini.
Banyak cara bisa bisa ditempuh agar menguasai Bahasa Inggris.Seseorang bisa belajar secara otodidak dan mengikuti kursus Bahasa Inggris secara intensif dan komprehensif.
Salah satu kursus Bahasa asing di Kabupaten Nganjuk yang layak dijadikan sebagai pilihan tempat belajar adalah PEC(Practice English Course) yang berada di Jl.Rambutan No.36 ,Kertosono.
PEC didirikan oleh Midianto SH(Mr.Mied) pada 6 Januari 1993. Mr.Mied (julukan Bapak Midianto) adalah sebagai direktur dan merangkap sebagai instruktur utana.
Dalam mengajar para peserta kursusnya,pria kelahiran Magetan,15 Agustus 1970 ini punya metode khusus yang disebut "TUYUL".Disini Tuyul bukanlah anak kecil dari dunia ghaib yang bisa diperintah manusia untuk mencuri uang.
Lalu apakah Metode "Tuyul"? Berikut ini uraiannya pada Bro J(Bang Jarwoto) dari MM.Com Biro Nganjuk:
T:Tekun terus baca materi Bahasa Inggris
U:Upayakan tidak takut salah
Yakinlah dengan apa yang anda lakukan,maka...
Usaha yang anda lakukan pasti...
Lancar dengan penerapan Metode Tuyul secara maksimal,para peserta kursus di PEC berhasil meraih prestasi yang sangat membanggakan pada tahun 2019 ini.
Di Bulan Januari lalu,beberapa murid PEC berhasil menjuarai Olimpiade Bahasa Inggris Tingkat Jatim.
 Lalu  di Bulan April ,mereka juga berhasil menjadi juara dalam Olimpiade Bahasa Inggris Kediri 2019.
 Murid-murid PEC yang menorehkan prestasi luar biasa ditahun ini antara lain Tantriana Mei Binasari(Juara 1 dari Kls 1),Fahad Rayhan (Juara 1 dari Kelas 3),Vanessa Beauty(Juara 1 dari kelas 4) dan Aghista Nasya(Juara 1 dari kelas 6).
 Kursus Bahasa Inggris di PEC diperuntukkan untuk jenjang SD,SMP,SMA,MHS dan Umum.
Para pembelajar di PEC jangan takut salah dalam belajar Bahasa Inggris dan yang terpenting jangan putus asa untuk selalu praktik .Karena ada sebuah motto menyatakan bahwa Practice Makes Perfect(Berlatih Membuat Sempurna),demikian ujar instruktur bahasa yang juga merangkap banyak jabatan penting diberbagai organisasi sosial dan politik di Kota Bayu ini.
Beliau juga menambahkan bahwa di awal tahun ajaran 2019/2020 ini,PEC membuka kesempatan seluas -seluasnya bagi para pelajar,mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin belajar Bahasa Inggris secara pasif maupun aktif di PEC.
 Bro J( Jarwoto).MM.Com Biro Anjuk Ladang.

Selasa, 11 Juni 2019

Mengenang Perjalanan Nenek Moyang Bani Karsotirto Nganjuk


Mengenang Perjalanan Nenek moyang Bani Karsotirto Nganjuk.

Reuni keluarga hakikatnya mempererat tali silaturahmi keluarga yang masih terasa belum akrab menjadi lebih akrab. Silaturahmi bisa membuat rohani lebih nyaman, karena hubungan kekerabatan terasa semakin akrab dan dekat. Para kerabat bisa saling berbagi cerita perihal keluarga atau pekerjaan, saling berbagi informasi dan berlanjut dengan bersambungnya tali silaturahmi. Kegiatan reuni bisa menyehatkan jiwa dan raga, dan tidak diragukan bahwa kegembiraan melalui kegiatan reuni dapat membuat awet muda karena air muka yang berseri gembira. 
Silaturahim merupakan salah satu kewajiban bagi setiap pribadi Muslim. Dalam Alquran, Allah menegaskan, “Dan bertakwalah kepada Allah yang kalian saling meminta dengan nama-Nya dan peliharalah hubungan kekeluargaan.’ (QS. An-Nisa [4]:1).

Begitu banyak manfaat silaturahmi bila kita menjalankannya sesuai dengan syariat Agama Islam ini. Yang dimaksud dengan pengertian silaturahmi adalah menjalin hubungan kekerabatan yakni dalam hal hubungan untuk saling kasih-sayang, tolong-menolong, saling berbuat baik, menyampaikan hak serta kebaikan, dan juga menolak keburukan dari kaum kerabat. Demikian juga yang dimaksud dengan makna silaturahmi.

Lebih dari itu, kegiatan reuni bisa membukakan pintu rezeki. Seperti dalam  Hadist Riwayat Muslim dinyatakan: “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya atau dikenang langkah prosesnya (perjuangan, jasa, kebaikan), maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”.
Berbuat baik kepada saudara dan kaum kerabat juga diperintahkan melalui silaturahmi ini. Hal ini tercermin dari sebuah hadist Rasulullah SAW yang memerintahkan untuk silaturahmi yaitu hadist yang berbunyi :"Sesungguhnya Allah berwasiat agar kalian berbuat baik kepada ibu-ibumu, sesungguhnya Allah berwasiat agar berbuat baik kepada bapak-bapakmu dan sesungguhnya Allah berwasiat kepada kamu agar berbuat baik kepada sanak kerabatmu (Silsilah Hadits Shahih; al-Albani).
Ada beberapa hikmah silaturahmi yang bisa kita dapatkan bila kita menjalaninya dengan ikhlas dan senang hati. Salah satunya adalah dari sebuah hadist yang diriwayatkan secara jama'ah yang artinya yaitu :"Dari Abu Ayub Al Anshari, beliau berkata, seorang berkata,"Wahai Rasulullah, beritahulah saya satu amalan yang dapat memasukkan saya ke dalam syurga." Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab,"Menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya, menegakkan shalat, menunaikan zakat dan bersilaturahmi." Jadi kesimpulannya hikmah silaturahmi ini adalah menjadi salah satu penyebab yang penting untuk bisa masuk syurga serta dijauhkan dari siksa api neraka.
Hikmah Acara Reuni Keluarga yang juga harus dipetik kegiatan reuni keluarga adalah  mampu mengenali siapa nenek moyang kita, bahkan bisa kita ketahui bagaimana jejak para leluhur kita. Dari sinilah akan muncul benih benih pikiran baru untuk mengikuti jejak para  leluhurnya. Walau kita bisa akui bahwa kemuliaan nama baik seseorang lebih utama bergantung pada jati dirinya, namun kita juga tidak bisa tinggalkan bahwa yang kita rasakan dan kita nikmati saat ini sesungguhnya berkat usaha keras para leluhur ketika itu. Sebuah hikmat yang sangat berharga dan sangat besar nilainya dari kegiatan reuni keluarga adalah kita akan tahu dan terdorong untuk mengetahui dimana leluhurnya dimakamkan, serta siapa saja sanak keluarganya dan status kekeluargaannya dalam keturunan keluarga besar Bani Karsotirto Nganjuk

Silsilah,perjalanan Bani Karsotirto [ Mbah Ken ] dari Jawa tengah sampai ke desa kaliannyar Ngeronggot nganjuk Jawa Timur. Disebabkan pecah perang Diponegoro.

Eyang Putri Grobogan Jawa tengah~> Mempunyai 3 Putra : 
1.Mbah Gablok [ Nama Samaran ]
2.Mbah Kyai Faqih Pare kediri [ jadi ulama saat itu ]
3.Ponorogo [ kehilangan jejak ]

Mbah Gablok [ Nama samaran saat itu ] mempunyai Putra Mbah Karsotirto mempunyai 7 Putra 

Mbah Salekan [ Kalianyar Ngronggot ]
2. Mbah Beni [ Kalianyar Ngronggot ]
3. Mbah Yainem [ Kalianyar Ngronggot ]
4. Mbah Mukiran [ Kalianyar Ngronggot ]
5. Mbah Sampun [ Banyuwangi ]

Mbah Salekan
1. Bude Salamah [ Cengkok Ngronggot ]
2. Bude Salmi [ Tanjunganom ]
3. Pakde Marsadi [ Kalianyar Ngronggot]
4. Pakde Mariman[ Kalianyar Ngronggot ]
5. Pakde Marimen[Kalianyar Ngronggot ]
6.ibu Suripah [ Cengkok Ngronggot ]


Totok Budiantoro 

Koresponden MM.com.