Senin, 11 Januari 2016

Jamaah Rutin Tahlil dan Istighosah Jamrud Talithon Jombang




Mengenal Jamaah Rutin Tahlil dan Istighosah A-Pithon Jamrud Talithon Kab Jombang

Bedah Buku Syekh Subakir dan Ajarannya

Jama’ah  Rutin Tahlil dan Istighosah  A-Pithon Jamrud Talithon yang didirikan Syekh Muhammad  Jl Kemuning Gg V/58 Candimulyo Jombang cukup menarik untuk disimak dan diikuti kegiatannya. Seperti apakah kegiatannya. Berikut ini.
Syekh Muhammad merupakan pendiri Jama’ah Rutin, Tahlil dan Istighosah A-Pithon  Jamrud Talithon merupakan tokoh yang tidak asing lagi bagi masyarakat Jombang. Hidupnya diabdikan untuk mengajak masyarakat mendalami agama melalui jalan toriqoh.  Hidupnya dijalani dengan kesederhanaan.
Jamrud Talithon merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak dalam kegiatan toriqoh Qodiriyah Wa Naqsabandiyah almarhum Kiai  Mustain Romli.  Sudah cukup lama melakukan kegiatan. Awalnya anggotanya cukup sedikit, akan tetapi lama kelamaan jumlahnya cukup banyak. Model kegiatannya dari rumah jamaah yang satu ke jamaah yang lain.
Biasanya hari Rabu Kliwon dan hari lain yang dianggap memiliki nilai istimewa. Selama melakukan  kegiatan tahlil dan istighosah Nampak khusuk dan penuh dengan kebersamaan serta saling menghormati sesama jamaah.
Bacan-bacaan tahlil dan istighosa sangat menyentuh didalam hati seluruh jamaah. Oleh karena itu, saatzikir berlangsung terasa hati semakin damai. Hingga tak terasa berakhir dengan cepat. Hal ini dilakukan dengan ikhlas. Tanpa ada pamrih. Begitupula saat membacakan tawassul melalui para kiai sepuh dan para sufi seakan-akan tembus kedalam langit tujuh.
Kegiatan Jamaah Rutin, Tahlil dan Istighosah bukan hanya berzikir dan bertawassul, akan tetapi melakukan kajian-kajian bedah buku. Baru-baru ini pada rabu malam Kamis Kliwon 6 Januari 2016 mengadakan bedah buku Syekh Subakir karya KRT Drs. Husnu Mufid, MPdI dirumah kediaman Syekh Ahmad.
Bedah Buku Syekh Subakir Pembabar di Tanah Jawa dan Ajarannya dihadiri jamaah dan tokoh masyarakat. Ruangan rumah penuh dengan jamaah yang hadir. Tapi anehnya tidak terasa panas dan hawa sejuk merasuk kedalam tubuh seluruh peserta  yang mengikuti bedah buku. Tidak ada rasa capek. Padahal sebelumnya diawali dengan kegiatan tahlil dan istighosah.
Proses bedah buku berjalan lancar. KRT. Drs. Husnu Mufid, MPdI menjawab pertanyaan dengan penuh kepastian. Seluruh jamaah yang hadir merasakan mendapatkan informasih yang baru. Karena buku Syekh Subakir merupakan buku yang cukup langka dan tidak ada di tokok-toko buku. Harganya pun murah.      
“Ya kegiatan jamaah kami bukan hanya tahlil dan istighosah saja. Kiti ditambahi dengan bedah buku Syekh Subakir. Tujuannya biar tahu siapa sebenarnya Syekh Subakir itu. Sebab  setiap istighosah selalu dial fatehai. Kedepannya juga akan membedah buku Hubungan Prabu Sri Aji Joyoboyo dengan Syekh Wasil, masa Kecil Bung Karno. Juga akan membedah buku Para Kiai Pejuang Kemerdekaan,”ujar Syekh Ahmad pendiri Jamrud Thaliton Kab. Jombang.
Akhir kegiatan bedah Buku Syekh Subakir berjalan dengan lancer tanpa ada yang merasa lelah. Mengingat kegiatan dimulai sejak jam 8 malam berakhir jam 12 malam. Acara bedah buku Syekh Subakir berakhir dengan khidmat dan menyenangkan. Karena ilu semakin bertambah.