Kamis, 03 April 2014

Seminar Sarinah Ibu Asuh Bung Karno 2

Dari Seminar Sarinah dan Dialog Interaktif di Perpustakaan Tulungagung
Ibu Asuh dan Inspirator Bung Karno

Paguyuban Situs Bung Karno menggelar Seminar Sarinah dan Dialog Interaktif dengan Tema: Siapa Anti Pancasila Akan Hancur. Minggu, 30 Maret 2014 di Gedung Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Jl Oerip Sumohardjo No 4 Tulungagung kemarin. Berikut ini laporan posmo.

Sebelum acara Seminar Sarinah dan Dialog Interaktif ini digelar seluruh panitia di bawah ketua Agus Hadi dan Sungkono dan Raden Hari Sunaryanto selaku sekretaris melakukan ziarah makam Sarinah dan sekaligus membersihkan makam. Hal ini dilakukan sebagai rasa syukur atas ditemukan makam tersebut di Kompleks Pemakaman Kepatihan Tulungung.
Acara Seminar Sarinah dan Dialog Interaktif ini dibuka oleh Drs. Ali Murtadi, Kepala Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Tulungagung mewakili bupati tepat pukul 09.00 wib. Kemudian dilakukan pembacaan macapat oleh Ki Purwadianto bersama dua wanita yang mengisahkan tentang Sarina sebagai wanita utama.
Seluruh peserta seminar merasa terharu. Ibu-ibu menitikkan air mata saat mendengarkan macapat yang mengisahkan Sarinah. Kursi kosong sebanyak 8 kursi yang diperuntukkan panitia bagi roh leluhur nampak bergoyang. Seperti Ratu Roro Amis, Pragolopati, Supriyadi, Bung Karno, Pakubuwono 10, Patih Gringsing, Ratu Kilisuci, dan Gayatri. Bau kemenyan pun semerbak memenuhi ruang.
Tidak lama kemudian seminar dan dialog interaktif dimulai, sebagai narasumber utama adalah Mayjen (Pur) Saurip Kadi dari Jakarta dan KRT. Drs. Husnu Mufid, MPdI, sejarawan Surabaya dengan moderator Nomo, MZ dari Kediri. Sebagian besar peserta juga ingin menyampaikan pendapat dan sumbangan informasi.
Mayjend (Pur) Saurip Kadi selaku pembicara pertama menyatakan, pengungkapan sejarah Sarina yang selama ini gelap perlu diungkap. Sehingga dapat memberikan pencerahan kepada bangsa Indonesia. Mengingat kondisi bangsa membutuhkan orang-orang seperti Sarinah yang mampu melahirkan Satrio Piningit semacam Bung karno.
Sedangkan KRT. Drs. Husnu Mufid, MPdI menyatakan, sejarah Sarinah mulai terkuak sejak ditemukan makamnya di Kompleks Kepatihan Tulungagung. Sehingga bukan lagi sebagai tokoh fiktif. Tetapi sudah menjadi fakta sejarah yang tidak diragukan lagi oleh siapa pun.
Sarinah namanya telah diabadikan sebagai pusat perbelanjaan di Jakarta, nama kursus, majalah, dan judul buku oleh Bung Karno. Ini menunjukkan Sarinah memiliki andil besar dalam pertumbuhan jiwa dan cita-cita Bung Karno untuk menjadi orang besar dan presiden pertama di Indonesia. Boleh dikata sebagai inspirator Bung Karno membela wong cilik dan mengusir penjajah Belanda.

Ditemukan Makamnya
Sedangkan Ali Murtadi Kepala Perpustakaan mengatakan, baru bulan ini mengetahui makam Sarinah yang pernah mengasuh Bung Karno setelah anak buahnya mengajak bersih-bersih makam. Mengingat selama ini makamnya tidak diketahui orang umum. Dikiranya nama Sarinah itu hanya fiktif belaka.
Keberadaan makam Sarinah sangat penting di Tulungagung. Karena nantinya akan dijadikan sebagai pusat wisata pendidikan. Oleh karena itu, seminar ini sangat penting. Jika nantinya ada yang membukukan, maka otmatis banyak anak-anak sekolah yang tahu akan akan sejarah Sarinah di Perpustakaan Tulungagung.
Pendapat kepala perpustakaan itu mendapat dukungan Ketua DPRD Tulungagung Supriyono. Dalam sambutannya menyatakan, jika bicara tentang sarinah dalam seminar ini memang tidak mengada-ada. Makam Sarinah telah ditemukan di Tulungagung. Karena sudah lama sekali dan bikin penasaran ingin lebih jauh mengetahui tentang sejarah Sarinah itu sendiri.
Sarinah adalah seorang wanita yang mampu menghasilkan pemimpim Indonesia besar seperti Bung Karno.
Oleh karena itu, perlu didukung upaya pelastarian makam Sarinah yang semasa hidupnya pernah mengasuh Bung Karno saat ikut neneknya di Tulungagung. Mendengar pendapat ketua DPR Tulungagung suasana semakin hidup. Karena seluruh peserta ingin mengetahui sejarah Sarinah itu sendiri. Mengingat selama ini sejarahnya masih misteri.
Kemudian sambutan dilanjutkan oleh Drs. Hariyadi dari Dinas Purbakala Orwil Museum Trowulan, Mojokerto. Dalam sambutannya Hariyadi menyambut baik adanya seminar Sarinah dan Dialog Interaktif karena nantinya akan memperkaya sejarah pengasuh Bung Karno itu. Mengingat ada keterkaitan dengan penulisan sejarah dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah Tulungagung.
Sementara Raden Hari Sunaryanto selaku pendiri Peguyupan Situs Bung Karno Tulungagung mengatakan, dijadikan wisata spiritual Bung Karno dan jalan menuju Makam Kompleks Kepatihan itu diberi nama Jalan Sarinah sehingga anak-anak sekolah dan masyarakat mengetahui kalau di jalan tersebut ada makam Sarinah, ibu susu Bung Karno. HUSNU MUFID.


0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar melalui emai
sialahkan saja melakukan demonstrasi, akan tetapi gunakanlah dengan cara-cara damai dan jangan sampai memacetkan jalan raya yang merugikan masyarakat