Jumat, 21 Juni 2019

Inilah Profil Armando Hadyono Joko Sasmito

 
Berhasil meraih suatu cita-cita merupakan suatu hal yang membahagiakan dan membanggakan.Namun kita harus tetap rendah hati dan selalu bersyukur atas sekecil apapun karunia yang Allah berikan pada kita.
Itulah komentar dari Armando Hadyono Joko Sasmito ketika dihubungi Bro J dari MM.com Biro Anjuk Ladang.
 Putra dari pasangan Bapak Eko Budiono ,SH.MM(staf ahli Pemkot Kediri)dan Ibu Jati(pensiunan PNS))tersebut baru saja lulus tes profesi dokter yang diadakan oleh Panitia Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Periode Mei 2019.
 Sejak masih TK,Armando mengaku sudah ingin menjadi dokter.Kedua orang tuanya juga sangat mendukung cita-cita putranya.
Pria kelahiran Nganjuk,28 Desember 1995 itu sejak kecil sudah familiar dengan Universitas karena telah diperkenalkan oleh orang tuanya.Bahkan Armando yang punya hobi olahraga itu sempat beranggapan bahwa kuliah kedokteran hanya ada diUNAIR.Namun setelah di SMP,Armando yang fasih bicara Bahasa Inggris ini mengetahui bahwa diuniversitas-universitas lain juga ada fakultas kedokteran.
 Setellah lulus dari SMAN 1 Kediri Kelas Akselerasi (2011-2013),Armando mendaftarkan diri di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
 Armando diterima disana dan pada tahun 2017  diwisuda dengan IPK 3,26.Selanjutnya dia menempuh program profesi Dokter Muda Fak.Kedokteran di universitas yang sama selama 2 tahun(2017-,2019) dengan IPK 3,75.
 Kini,Armando sedang menunggu penempatan dinas dari Kementrian Kesehatan dan Konsil Kedokteran Indonesia lewat Program Internship Periode November 2019.
 "Saya siap ditempatkan dimana saja di wilayah NKRI namun saya lebih senang bila bisa mengabdi bagi masyarakat Nganjuk dan sekitarnya,"ujarnya pada MM.Com Biro Kota Bayu.
 Pada para generasi muda,dia berpesan bahwa kesuksesan bukanlah suatu kebetulan,melainkan hasil dari usaha kita dan pertolongan Allah.Karena Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka merubah nasib mereka sendiri.
 Riwayat Pendidikan Armando
-TK Aisyah Nganjuk(2000-2001)
-SDN Ganung Kidul 1(2002-2008)
-SMPN 1 Nganjuk(_2008-2011)
-SMAN 1 Kediri Kelas Akselerasi(2011-2013)
-S1 Pendidikan Dokter UNAIR(2013-2017)
-Program Profesi Dokter Muda UNAIR(2017-2019)
[22/6 08:09] Jarwoto: Prestasi Armando
SMP:-Juara 3 English Blaze diSMADA Nganjuk
-Juara 1 Debat Bhs Inggris di SMKN 1 Nganjuk.
SMA:-Juara Pidato Prabu Airlangga 2012
-Juara 3 English Debate MGMP Kediri
Juara 2 Asian Courtlike Debate Championship 2012
Prestasi di UNAIR
-Perwakilan Universitas Airlangga untuk World Model United Nation di Brussel,Belgium
-Kafilah MTQ Nasional 2015 mewakili Universitas Airlangga.
 Itulah sekilas profil Armando Hadyono Joko Sasmito tentang keberhasilannya meraih cita-cita mulia dalam hidupnya.Semoga bisa menjadi inspirasi dan motivasi kita semua.
[ Bro J(Bang Jarwo)
MM.Com Biro Anjuk Ladang

Rabu, 19 Juni 2019

Sejarah Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi




Penghayatan atas Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan khasanah yang dihidupi oleh masyarakat Nusantara sejak dahulu. Sebagai jati diri leluhur yang menjadi prinsip dinamika Ke-Indonesia-an.  Keberadaan penghayatan atas Ketuhanan Yang Maha Esa Nusantara ini memang sering dipertentangkan dengan agama formal yang telah diakui oleh undang-undang.

 Sejarah mencatat bahwa penghayatan atas Ketuhanan Yang Maha Esa Nusantara telah lebih dahulu ada sebelum agama-agama  dimaksud berkembang di Indonesia. Terlepas dari berbagai diskusi tersebut, penghayatan yang menghasilkan sekian konsep-konsep semesta, nilai-nilai hidup serta praktik ritual khas Nusantara ini adalah sumbangan Indonesia  bagi peradaban universal.

Negara Kesatuan Republik Indonesai mengakui secara resmi keberadaan penghayatan khas Nusantara tersebut sebagai Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Satuan kerja khusus dibentuk, dan bertanggungjawab penuh , atas keberadaan serta pemenuhan hak-hak sipil pelaku Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai warga Negara Indonesia.



1975: Memasukkan Penghayat kepercayaan kedalam Kantor Wilayah Departemen Agama. dengan memasukkannya pada salah satu bagian pada Sekretariat Kantor Wilayah Departemen Agama di beberapa Propinsi. Selanjutnya berdasarkan Instruksi Menteri Agama nomor 13 tahun 1975, pembinaannya dialihkan pada Sub bagian Umum Tata Usaha.
1978: Dialihkan kedalam Dep. Pendidikan dan Kebudayaan (Direktorat  Bin Hayat Kepercayaan) (Keppres 40/1978). kepercayaan adalah salah satu unsur dan wujud budaya bangsa, dan bukan merupakan agama.
1980: keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0222e/01/1980, Direktorat Pembinaan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kebudayaan di bidang pembinaan perikehidupan masyarakat penghayat kepercayaan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan.
1999: dilaksanakan oleh Direktorat Nilai budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional
2001: dilaksanakan oleh Direktorat Tradisi dan Kepercayaan Direkturat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film. Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional bergabung dengan Kementerian Kebudayaan, Seni Budaya dalam wadah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
2002: dilaksanakan oleh Direktorat Tradisi dan Kepercayaan, Badan Pengembangan Pariwisata. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dimekarkan menjadi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang bertugas merumuskan kebijakan, sedangkan untuk operasionalnya diserahkan pada Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata
2003: Asisten Deputi Urusan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Urusan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa diserahkan pada Asisten Deputi Urusan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Deputi Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan
2006 : Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Ditjen NBSF, Kembudpar
2012: Direktorat Pembinaan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Direktorat Jenderal Kebudayaan. Kemdikbud
Perubahan Instansi yang menangani penghayat kepercayaan berjalan seiring dengan perubahan penyelenggaraan administrasi pemerintahan yang berdasarkan prinsip-prinsip pokok, pola, sikap, dan pola administrasi yang demokratis, obyektif dan profesional dalam menciptakan keadilan dan kepastian hukum bagi penghayatan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Totok Budiantoro

Koresponden MM.com.

Sejarah Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi




Penghayatan atas Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan khasanah yang dihidupi oleh masyarakat Nusantara sejak dahulu. Sebagai jati diri leluhur yang menjadi prinsip dinamika Ke-Indonesia-an.  Keberadaan penghayatan atas Ketuhanan Yang Maha Esa Nusantara ini memang sering dipertentangkan dengan agama formal yang telah diakui oleh undang-undang.

 Sejarah mencatat bahwa penghayatan atas Ketuhanan Yang Maha Esa Nusantara telah lebih dahulu ada sebelum agama-agama  dimaksud berkembang di Indonesia. Terlepas dari berbagai diskusi tersebut, penghayatan yang menghasilkan sekian konsep-konsep semesta, nilai-nilai hidup serta praktik ritual khas Nusantara ini adalah sumbangan Indonesia  bagi peradaban universal.

Negara Kesatuan Republik Indonesai mengakui secara resmi keberadaan penghayatan khas Nusantara tersebut sebagai Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Satuan kerja khusus dibentuk, dan bertanggungjawab penuh , atas keberadaan serta pemenuhan hak-hak sipil pelaku Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai warga Negara Indonesia.



1975: Memasukkan Penghayat kepercayaan kedalam Kantor Wilayah Departemen Agama. dengan memasukkannya pada salah satu bagian pada Sekretariat Kantor Wilayah Departemen Agama di beberapa Propinsi. Selanjutnya berdasarkan Instruksi Menteri Agama nomor 13 tahun 1975, pembinaannya dialihkan pada Sub bagian Umum Tata Usaha.
1978: Dialihkan kedalam Dep. Pendidikan dan Kebudayaan (Direktorat  Bin Hayat Kepercayaan) (Keppres 40/1978). kepercayaan adalah salah satu unsur dan wujud budaya bangsa, dan bukan merupakan agama.
1980: keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0222e/01/1980, Direktorat Pembinaan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Kebudayaan di bidang pembinaan perikehidupan masyarakat penghayat kepercayaan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan.
1999: dilaksanakan oleh Direktorat Nilai budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional
2001: dilaksanakan oleh Direktorat Tradisi dan Kepercayaan Direkturat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film. Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional bergabung dengan Kementerian Kebudayaan, Seni Budaya dalam wadah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
2002: dilaksanakan oleh Direktorat Tradisi dan Kepercayaan, Badan Pengembangan Pariwisata. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dimekarkan menjadi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang bertugas merumuskan kebijakan, sedangkan untuk operasionalnya diserahkan pada Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata
2003: Asisten Deputi Urusan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Urusan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa diserahkan pada Asisten Deputi Urusan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Deputi Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan
2006 : Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Ditjen NBSF, Kembudpar
2012: Direktorat Pembinaan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Direktorat Jenderal Kebudayaan. Kemdikbud
Perubahan Instansi yang menangani penghayat kepercayaan berjalan seiring dengan perubahan penyelenggaraan administrasi pemerintahan yang berdasarkan prinsip-prinsip pokok, pola, sikap, dan pola administrasi yang demokratis, obyektif dan profesional dalam menciptakan keadilan dan kepastian hukum bagi penghayatan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Totok Budiantoro

Koresponden MM.com.

HUT Bhayangkara ke 73 Siap Hebohkan Pasar Rakyat



Sampang-menara madinah.com-Kegiatan "Pasar Rakyat Herbangin Tasyakuran Sampang 2019" yang digelar di Lapangan Wijaya Kusuma Sampang, tanggal 13 - 22 Juni 2019 bakal lebih semarak.

Setidaknya, Panggung Hiburan rakyat memeriahkan HUT Bhayangkara ke-73 Tahun 2019 bakal digelar di panggung utama, Jumat (21/6) petang depan.

Menurut Kasat Intelkam Polres Sampang: AKP Kariono, SH, Panggung Hiburan HUT Bhayangkara ke-73 di Sampang Jumat (21/6) akan dikemas menarik. Rencananya, Kapolres AKBP Budi Wardiman,S.H. S.I.K, MH siap hadir di lokasi kegiatan. "Pak Kapolres mendukung penuh kegiatan ini," katanya.

Ada sejumlah hiburan menarik yang akan dikemas HUT ke-73 Bhayangkara ini. Juga melibatkan sejumlah bintang tamu. Siapa saja mereka? " Tunggu saat pertunjukan, InshaAllah menarik," kata Kasat Intel saat dihubungi di kantornya tadi pagi.

Kegiatan "Pasar Rakyat Herbangin Tasyakuran Sampang 2019" ini hasil kerjasama Pemkab Sampang, Polres Sampang dan DMR Production Surabaya. Tiap malam selalu ramai pengunjung. Disponsori Herbangin dan didukung TV9, TimesIndonesia, SuaraJatim dan Josstoday.
Damar Huda
Koresnden MM.com(*)

Kadiskop dan UKM Pemrov Jatim: Yang Menjawab Salam Dosanya Diampuni


Kadiskop dan UKM Pemprov Jatim : Yang Menjawab Salam, Dosanya Diampuni

Selalu diselingi canda. Begitulah Kepala Dinas Koperasi Dan UKM Pemprov Jatim Mas Purnomo Hadi.
Misalnya, saat membuka "Forum Pengembangan Koperasi dan UKM di Jawa Timur Tahun 2019" yang digelar di hotel Savana Malang, Rabu (19/6) tadi siang.

Ayah -- begitu ia biasa dipanggil - membuka kegiatan dengan mengucap salam. Setelah itu, ia menambahkan, sebagai orang Madura, sangat yakin bahwa siapapun yang menjawab salam, InshaAllah masuk surga.

"Juga ..bagi yang menjawab salam, dosanya akan diampuni dan lunas semua utang-utangnya," ujar Ayah yang disambut koor "Aaminnn .." dari ratusan hadirin.

Forum diskusi tiga hari tanggal 19 - 21 Juni 2019 ini digelar Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Jatim. Hadir para Kepala Dinas Koperasi Pemkab dan Pemkot di Jatim.

Kegiatan juga dimaksudkan halal bihalal antar pejabat pengembang koperasi dan UKM di Jatim. (*) Damar Huda Koresponden MM.com

Selasa, 18 Juni 2019

Kurang Sosialisasi, Aturan Pemendikbud 51 Tahun 2018 Membingungkan Orang Tua Siswa



Aturan Permendikbud 51 Tahun



Jember-menaramadinah.com-  Sangat ironis sekali dengan penerapan Permendikbud 51 tahun 2018 karena minim sosialisasi banyak orang tua siswa yang merasa dirugikan.

 Dunia pendidikan kita saat ini carut marut dengan aturan Permendikbud yang baru 51 tahun 2018 ini, banyak orang tua yang mengeluh karena dengan aturan zonasi ini semakin tak karuan . Bahkan  ada 4 orang siswa prestasi dari cabang olahraga sepak bola yang tak bisa masuk sekolah SMA Negeri pinggiran . Padahal Kepala Dinas Pendidikan dengan jelas telah menyampaikan pada saat usai sidak ujian beberapa pekan lalu di SMPN 7.

 Jember-Selama proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 tidak ditemukan permasalahan yang serius. Sementara munculnya keluhan wali murid  disebabkan sistem zonasi masih baru  penerapan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Dr. H. Edy Budi Susilo, Selasa, 18 Juni 2019 saat ditemui di ruang kerjanya.

Edy menjelaskan, secara umum belum terindentifikasi persoalan-persoalan yang ada di lapangan terkait PPDB.
"Tetapi beberapa wali murid masih bingung, karena faktor jarak rumah dengan sekolah yang diinginkan," kata Edi Budi.

Dalam Permendikbud nomor 51 tahun 2018, terang Edy, tentang filosofi pemerataan pendidikan mengandung makna semua memiliki kesempatan yang sama.
Oleh karenanya, dalam zonasi murni untuk SMP tidak mensyaratkan nilai atau hasil ujian nasional (UN). Maka, untuk PPDB SMP, semua mengacu kepada zonasi atau jarak terdekat antar-rumah dan sekolah yang dituju dalam zonasi tersebut.

Penentuannya, siswa yang rumahnya terdekat dengan sekolah yang dituju mendapat prioritas utama untuk sekolah di tempat tersebut, tanpa syarat nilai.
Untuk SMP ada tiga jalur utama, yakni jalur prestasi, jalur perpindahan orang tua, dan jalur zonasi, terang Edy di ruang kerjanya.

Jalur prestasi terdiri dari jalur prestasi akademik dan non-akademik. Dalam jalur ini bupati memberikan ruang kepada hafidz dan hafidzah, serta difabel.
Pembukaan PPDB SMP dimulai dari tanggal 13-14 juni 2019 untuk jalur perpindahan orang tua dan prestasi, yang diumumkan tanggal 17 Juni 2019.

Pada tanggal 17 Juni dibuka pendaftaran untuk jalur zonasi sampai 19 Juni 2019, yang akan diumumkan 27 Juni 2019,
"Pendaftaran dan berkas ke sekolah masing-masing. Dari sekolah ada operator yang menginformasikan secara online ke Dinas Pendidikan," ungkapnya.

Terkait legalisir Kartu Keluarga (KK) yang menjadi salah satu syarat administrasi PPDB, Edy menjelaskan ketentuan ini dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
"Di juknis sudah dituangkan, baik melalui Perbup nomor 47 dan SK bupati 199, 200, dan 201, itu adalah dilegalisir oleh RT, RW, dan kelurahan atau desa setempat. Artinya wilayah pengurusan adminduk terdekat," tegasnya.

Edy juga mengatakan, sistem ini memang baru, yang cukup membingungkan bagi sebagian masyarakat. Karena itu, Edy menyebut saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menjadi orang tua yang bijak.
Yakni orang tua yang tahu betul tentang informasi sistem PPDB ini, dan situasi keluarga seperti jarak rumah ke sekolah. Juga tahu kebutuhan anak, bukan yang menonjolkan keinginan, ujarnya.

"Bijak dalam menentukan pilihan, itu menjadi kunci untuk diterima," imbuh Edy.
Terkait wali murid yang mengeluhkan jalur zonasi yang membuat anaknya tidak mendapat peluang sesuai keinginan, Edy menegaskan bahwa sistem ini adalah aturan yang harus dilaksanakan.

 Setiap kebijakan tentu ada evaluasi, pungkasnya.

Pantauan media ini saat pendaftaran sangat antri, bahkan ada orang tua yang mulai pagi hingga jam 19.00.
(Hairul, KorespondenMM.com)

Panitia Pilkades Curah Lele Terbentuk, Siap Gelar Pilkades Jurdil





Jember, Menara Madinah.com-
Berdasarkan SK Bupati Jember, yang mengatur tahapan pemilihan kepala desa (Pilkades), serentak dari 161 desa ini, satu persatu mulai dilaksanakan. Sesuai tahapan yang ditetapkan mulai tanggal 18 sampai 20 Juni 2019 Panitian Pilkades harus terbentuk.

Untuk memenuhi tahapan tersebut, BPD Curahlele telah melaksanakan pemilihan Panitian Pilkades. Melalui Musyawarah Desa (Musdes), yang dipimpin langsung oleh Ketua BPD Curahlele, Zimamul Wafa didampingi PJ Kades, Nurul Aini telah ditetapkan susunan panitia Pilkades Curahlele pada Selasa malam 18 Juni 2019 di gedung pertemuan balai desa.

Susunan panitia, ketua: Mohammad Nuril. Sekretaris: Abdul Wafi. Bendahara: Choirul Anam. Koordinator Pendaftaran: Muhammad Nur. Koordinator Keamanan: Nur Hasan. Koordinator Umum: Mashuri. Koordinator Administrasi : Slamet . Koordinator Humas: Sunter Baidowi. Koordinator Perlengkapan : M. Soleh. 
Pada saat Musdes tersebut langsung diserahkan SK Panitia Pilkades Curahlele.

Harapan Sukses
Dengan telah terbentuknya panitia Pilkades ini, PJ Kades Curahlele berharap panitia bisa melaksanakan tahapan Pilkades sesuai yang ditetapkan oleh Bupati Jember.

Disamping itu panitia juga diharapkan mampu menggelar pesta demokrasi yang adil, jujur, transparan, tidak memihak.

"Tugas panitia Pilkades sangat berat, tetapi dengan kerja ikhlas dan amanah, saya yakin panitia yang terpilih saat ini mumpu menggelar Pilkades terbaik dari sebelumnya," tutur PJ Kades Curahlele, Nurul Aini, usai pengukuhan Pantia.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua BPD Curahlele, Zimamul Wafa. Dia berharap panitia bisa bekerja sesuai tahapan yang telah ada. Dan diharapkan pula panitia juga tidak mudah tergoda oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab.

Tanpa Sekdes
Musdes yang bisa dikatakan hajat tertinggi di tingkat desa ini, disayangkan beberapa tokoh pemuda di Curahlele, karena Sekdesnya tidak tampak hadir.

Salah seorang tokoh pemuda di Curahlele, menganggap ketidak hadiran Sekdes ini merupakan salah satu bentuk sikap tidak tanggungjawab. Karena posisi Sekdes sebagai pendampin Kades. Maka dalam peristiwa bersejarah ini, dia tidak hadir  bisa dikatakan mangkir. Bahkan beberapa tokoh pemuda meminta Sekdes mundur saja dari jabatannya.

Musdes kali ini banyak mengundang perhatian tokoh masyarakat Curahlele ikut hadir. Mereka mengaku ingin tau langsung dalam Musdes untuk menentukan panitia. Dan dengan terpilihnya panitia Pilkades saat ini, mereka mengaku, karena panitia tersebut diisi oleh orang orang yang dikenal jujur, mau kerja.

Hal ini diungkapkan oleh tokoh masyarakat dari Krajan Kidul Kiayi Nur Hasan. Dia hadir pada acara Musdes bersama beberapa tokoh pemuda Krajan Kidul.
(Udik) Koresponden MM.com