Selasa, 03 Mei 2016

Muhammad bin Musa


Muhammad bin Musa Al Khawarizmi

Penemu Angka Nol
Ilmuwan Muslim bernama Muhammad bin Musa Al Khawarizmi merupakan ulama yang cukup terkenal di zamannya. Ia seorang ulama yang menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan. Bahkan penemu angka nol. Berikut ini kisah hidupnya. .

Dunia Eropa atau “Dunia Barat” dari dulu hingga kini, sepertinya mengklaim bahwa Gudang Ilmu Pengetahuan berasal dari kawasan Eropa atau ‘dunia barat’. Tetapi tahukah Anda, sejatinya Gudang Ilmu Pengetahuan berasal dari kawasan Timur Tengah yaitu Mesopotamia yang menjadi peradaban tertua di dunia? Masyarakat dunia sangat mengenal Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar.
Namun, di balik kedigdayaan Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar ternyata hasil pemikirannya sangat dipengaruhi oleh ilmuwan muslim bernama Muhammad bin Musa Al Khawarizmi.
Dia adalah seorang tokoh yang dilahirkan di Khiva (Iraq) pada tahun 780. Selama ini banyak kaum terpelajar lebih mengenal para ahli matematika Eropa/Barat padahal sejatinya banyak ilmuwan muslim yang menjadi rujukan para ahli matematika dari barat. Saat itu orang-orang Eropa masih dalam kondisi kebodohan.
Namun pada masa kejayaan Islam, mereka tak memperlakukan suatu penemuan atau suatu keilmuan baru, menjadi ajang pengeruk keuntungan. Artinya, pada masa itu tak ada yang dinamakan “HAK PATENT” yang bertujuan untuk mambayar sejumlah uang jika penemuannya digunakan oleh pihak lain.
Hak patent adalah “produk Barat”, di mana pada masa lalu banyak sekali penemu dari dunia Islam. Kemudian buku dan literatur penemu-penemu di dunia Islam ini kembali dibaca dan dipelajari, lalu para penemu barat mematenkannya! Itulah sebabnya hanya dikenal ilmuwan dari dunia Barat yang sebenarnya ilmu-ilmu tersebut dari masa kejayaan Islam.
Selain ahli dalam matematika al-Khawarizmi, yang kemudian menetap di Qutrubulli (sebalah barat Bagdad), juga seorang ahli geografi, sejarah, dan juga seniman. Karya-karyanya dalam bidang matematika dimaktub dalam Kitabul Jama wat Tafriq dan Hisab al-Jabar wal Muqabla. Inilah yang menjadi rujukan para ilmuwan Eropa termasuk Leonardo Fibonacce serta Jacob Florence.
Muhammad bin Musa Al Khawarizmi inilah yang menemukan angka 0 (nol) yang hingga kini dipergunakan. Apa jadinya jika angka 0 (nol) tidak ditemukan? Tak akan ada rumus Einstein dan rumus lainnya, bahkan tak akan ada ilmu matematika semaju sekarang. Dia orang yang cukup berjasa dalam bidang ilmu eksakta.
Selain itu, dia juga berjasa dalam ilmu ukur sudut melalui fungsi sinus dan tanget, persamaan linear dan kuadrat serta kalkulasi integrasi (kalkulus integral). Tabel ukur sudutnya (Tabel Sinus dan Tangent) adalah yang menjadi rujukan tabel ukur sudut saat ini.
al-Khawarizmi juga seorang ahli ilmu bumi. Karyanya Kitab Surat Al Ard menggambarkan secara detail bagian-bagian bumi. CA Nallino, penerjemah karya al-Khawarizmi ke dalam bahasa Latin, menegaskan bahwa tak ada seorang Eropa pun yang dapat menghasilkan karya seperti al-Khawarizmi ini.
Oleh karena itu, sepeninggal beliau dalam kurun waktu beberapa puluh tahun belum ada yang menggantikan. Kemudian digantikan oleh ilmuwan-ilmuwan dari Barat. Mereka mempelajari dan mengembangkan menjadi ilmu pengetahuan yang sangat populer. Sedangkan umat Islam hanya berkutat kepada ilmu-ilmu agama saja. Bahkan tidak tahu siapa sebenarnya peletak dasar ilmu pengetahuan umum dan alam. Baru sekarang ini umat Islam menyadari akan pentingnya ilmu tersebut. HUSNU MUFID

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar melalui emai
sialahkan saja melakukan demonstrasi, akan tetapi gunakanlah dengan cara-cara damai dan jangan sampai memacetkan jalan raya yang merugikan masyarakat