Kamis, 02 Februari 2017

Menghormati Lingkungan


Menghormati Lingkungan Alam
Lingkungan alam merupakan bagian dari integritas kehidupan manusia. Sehingga lingkungan harus dipandang sebagai salah satu komponen ekosistem yang memiliki nilai untuk dihormati, dihargai, dan tidak disakiti, lingkungan memiliki nilai terhadap dirinya sendiri.
Integritas ini menyebabkan setiap perilaku manusia dapat berpengaruh terhadap lingkungan di sekitarnya. Perilaku positif dapat menyebabkan lingkungan tetap lestari dan perilaku negatif dapat menyebabkan lingkungan menjadi rusak. Integritas ini pula yang menyebabkan manusia memiliki tanggung jawab untuk berperilaku baik dengan kehidupan di sekitarnya.
Kerusakan alam diakibatkan dari sudut pandang manusia yang anthroposentris, memandang bahwa manusia adalah pusat dari alam semesta. Sehingga alam dipandang sebagai objek yang dapat dieksploitasi hanya untuk memuaskan keinginan manusia. Hal ini telah disinggung oleh Allah SWT dalam Alquran surah Ar Ruum ayat 41: Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Karena itu untuk memastikan perilaku manusia berdampak besar terhadap lingkungannya para ahli lingkungan telah melakukan penyelidikan melalui jejak ekologi. Yaitu suatu analisis yang menjelaskan gambaran bahwa gaya hidup manusia akan mempengaruhi dan mereduksi langsung kemampuan serta ketersediaan sumber daya alam.
Bencana yang terjadi di mana-mana diakibatkan oleh ketidakselarasan antar 4 unsur alam: air, udara, tanah, dan api. Bumi adalah tempat tinggal umat manusia. Bila bumi ini sehat, maka manusia akan hidup tenteram. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, saya sungguh merasa bahwa iklim tak bersahabat dan bumi terus dirusak. Segala sesuatu yang ada di muka bumi ini terancam bahaya setiap saat. Karena itu, manusia tak bisa hidup tenang. Ini dikarenakan manusia di zaman sekarang cenderung konsumtif dan hanya mengutamakan kesenangan pribadi. Orang-orang tak memikirkan konsekuensi dari semua kenyamanan yang mereka nikmati, yaitu sampah.
Karena itu agar semua orang bersedia mengubah gaya hidup yang konsumtif dengan gaya hidup hemat dan arif terhadap lingkungan demi kelangsungan bumi yang kian kritis.
Bahwa kerusakan lingkungan lebih disebabkan oleh perilaku manusia. Oleh sebab itu, untuk memulihkannya manusia harus memiliki cinta kasih terhadap bumi dan ketulusan untuk merawatnya. Satu-satunya cara untuk memulihkan bumi adalah dengan tidak bergaya hidup konsumtif dan melakukan daur ulang. Tentunya semua itu harus benar-benar dipraktikkan bukan sekadar diucapkan.
Rahmatan lil alamin bukanlah sekadar motto Islam, tetapi merupakan tujuan dari Islam itu sendiri. Sesuai dengan tujuan tersebut, maka sudah sewajarnya apabila Islam menjadi pelopor bagi pengelolaan alam dan lingkungan sebagai manifestasi dari rasa kasih bagi alam semesta tersebut. Selain melarang membuat kerusakan di muka bumi, Islam juga mempunyai kewajiban untuk menjaga lingkungan dan menghormati alam semesta yang mencakup jagat raya yang di dalamya termasuk manusia, tumbuhan, hewan, makhluk hidup lainnya, serta makhluk tidak hidup.
Hormat terhadap alam merupakan suatu prinsip dasar bagi manusia sebagai bagian dari alam semesta seluruhnya.
Seperti halnya, setiap anggota komunitas sosial mempunyai kewajiban untuk menghargai kehidupan bersama (kohesivitas sosial), demikian pula setiap anggota komunitas ekologis harus menghargai dan menghormati setiap kehidupan dan spesies dalam komunitas ekologis itu, serta mempunyai kewajiban moral untuk menjaga kohesivitas dan integritas komunitas ekologis, alam tempat hidup manusia ini.
Sama halnya dengan setiap anggota keluarga mempunyai kewajiban untuk menjaga keberadaan, kesejahteraan, dan kebersihan keluarga, setiap anggota komunitas ekologis juga mempunyai kewajiban untuk menghargai dan menjaga alam ini sebagai sebuah rumah tangga.

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar melalui emai
sialahkan saja melakukan demonstrasi, akan tetapi gunakanlah dengan cara-cara damai dan jangan sampai memacetkan jalan raya yang merugikan masyarakat