Rabu, 19 Maret 2014

Klenteng Bojonegoro



Keistimewaan Klenteng  Hok Swi Bio Bojonegoro, Jatim
Muliakan Dewa Bumi, Sembuhkan Penyakit

Banyak keistimewaan di tempat ibadah Tri Dharma Hok Swi Bio Bojonegoro. Di antaranya: yang dimuliakan adalah Hok Tek Ceng Sin (Dewa Bumi). Sebab, dianggap sebagai dewa pemberi  kesejahteraan hidup di muka bumi. Klenteng ini tidak saja berfungsi sebagai tempat ibadah. Anehnya, juga digunakan untuk kegiatan penyembuhan penyakit. Caranya cukup unik, dengan minum teh yang dituangkan dalam gelas dan disembahyangi. Lalu, diminum hingga habis. Kepercayaan ini sudah dilakukan selama ratusan tahun.  

SEPINTAS, Klenteng  Hok Swi Bio di Jalan Jaksa Agung Suprapto 123 Bojonegoro    tampak megah dan  artistik. Masih menampakkan keasliannya. Belum banyak mengalami pemugaran. Bahkan, kalau dilihat dari jauh menampakkan khas kebudayaan Tiongkok Kuno.
Ciri-cirinya, tiang penyangga  dikelilingi hiasan Ular Naga. Di dinding tembok luar berlukiskan sketsa  cerita tentang perjalanan Sun Go Kong.  Bangunan  yang berada di dalam ruang sembahyang terdapat patung Dewa Hok Tek Ceng Sin diapit oleh patung Kwan Im dan Kwan Kong.
Di klenteng ini tuan rumahnya adalah  Hok Tek Ceng Sin. Merupakan  dewa bumi yang paling dimuliakan. Sebab, bisa diharapkan  memberikan  kesejahteraan bagi umat di muka bumi. Berupa kesuburan tanaman dan mendapatkan rezeki yang banyak.
Sedangkan, Kwan Im Po Sat,  seorang wanita Buddha yang baik hati dan bisa memberikan bimbingan pada manusia. Sementara, Kwan Kong adalah  panglima perang  kerajaan Tiongkok penegak keadilan. Kedua tokoh itu diyakini dapat memberikan bimbingan dan keadilan.
“Karena itu, umat Tri Dharma jika datang ke klenteng, bukan hanya  menyembah  Dewa Hok Tek Ceng Sin. Juga ke patung Kwan Kong dan Kwan Im Po Sat,”ungkap Joyotrisno, keturunan tiga generasi penjaga Klenteng Hok Swi Bio Bojonegoro ini.

Tempat Penyembuhan
Orang datang ke Klenteng  Hok Swi Bio bukan  hanya untuk bersembahyang. Tetapi  juga melakukan kegiatan penyembuhan terhadap penyakit ringan yang diderita. Seperti sakit kepala dan panas dalam yang agak sulit disembuhkan.
Kegiatan itu, sudah diyakini dan dilakukan ratusan tahun. Hasilnya memang sudah terbukti. Banyak yang penyakitnya sembuh setelah melakukan pengobatan. Selain itu, dapat menekan biaya obat-obatan dan berobat ke dokter. Karena biasanya sangat mahal.
Cara yang mereka lakukan cukup unik. Yaitu, datang ke klenteng pada hari tertentu. Minta teh kepada  penjaga atau pelayan. Teh yang diterima kemudian  ditaruh ke dalam gelas. Lantas disembayangi dan  menghadap patung Hok Tek Ceng Sin.
Usai melakukan penyembahan, teh diminum dan langsung pulang ke rumah masing-masing. Sambil menunggu hasilnya dalam beberapa hari. Jika penyakitnya masih belum sembuh, maka permintaan ditujukan  kepada   Kwan Im Po Sat dan Kwan Kong.
“Memang kalau penyakitnya belum sembuh. Pertanda do’anya tidak diterima Hok Tek Ceng Sin. Mereka memohon ke Kwan Im Po Sat dan Kwan Kong,”ujarnya.      
Kegiatan itu  hingga sekarang masih terus berlangsung. Meskipun jumlah umat yang datang tidak sebanyak di klenteng Tuban. Maklum jumlah umatnya di Bojonegoro relatif sedikit.  husnu mufid
  

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar melalui emai
sialahkan saja melakukan demonstrasi, akan tetapi gunakanlah dengan cara-cara damai dan jangan sampai memacetkan jalan raya yang merugikan masyarakat