Rabu, 19 Maret 2014

Masjid Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi



Sejarah Mistik Berdirinya Masjid Darussalam Blokagung Jajag Banyuwangi

Dibangun Diatas Perkampungan Jin


Masjid Darussalam berdiri di perkampungan jin. Dulu terbuat dari kayu, kini dibeton. Untuk renovasi ini, tirakatan dan pembacaan do’a terus dilakukan. Maklum. Beberapa jin masih sering menampakkan diri pada santri putra maupun putri.

Karena berdiri diatas  tanah perkampungan Jin. Hingga sekarang makhluk itu masih ada yang tinggal dalam masjid.. Banyak santri putra maupun putri yang dijumpai.

Banyak Santri Ditemui Jin
Masjid Darussalam    yang kini sedang direnovasi  ini berada di tengah-tengah Pesantren Darussalam Blokagung  Jajag Banyuwangi. Bentuknya  hanya berupa surau yang terbuat dari kayu jati. Dibangun oleh almarhum KH Assaad tahun 1950 bersamaan dengan berdirinya pesantren.

Masjid ini berdiri di atas tanah angker. Saking angkernya,   tidak ada satu orang pun yang berani  mendirikan bangunan di tanah ini. Yang nekat biasanya menemui celaka. Anggota keluarganya sakit. Atau yang bersangkutan meninggal. Itu karena tanah ini merupakan perkampungan Jin. Jin Islam maupun Jin kafir.
Apa yang membangkitkan keberanian almarhum KH Assaad  membangun masjid kecil (surau) ini? Tidak ada. Hanya, dengan tirakat dan mohon doa pada Allah swt,  Jin-Jin itu pindah sendiri dan sebagian lagi dapat dipindahkan. Setelah itu dibangunlah sebuah surau  terbuat dari kayu. Dan alhamdulillah, selama itu  tidak ada korban akibat gangguan Jin. Surau itu sehari-hari digunakan untuk shalat berjama’ah. Dan kesan angker pun hilang.

Selang beberapa tahun, Jin-Jin yang dulunya pernah dipindah itu datang lagi.
Mereka itu  adalah Jin Islam. Sejumlah  santri-santri senior  mengetahui. Namun dibiarkan saja. Karena tidak mengganggu. Paling-paling hanya memeluk. Lantas sakit dan bisa diobati.
“Banyak juga santri yang yang ditemui.  Jin itu hanya bersifat menggoda saja dan tidak melukai. Sesekali menampakkan diri. Bagi yang berani tidak masalah. Tapi yang  takut, malahan  lari,”ujar  KH Ali Mahfud putra almarhum  KH Assaad Pengsuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Jajag Banyuwangi.

Dipindahkan Jin
Dalam perkembangannya masjid yang penuh sejarah itu dibongkar. Diganti dengan bangunan tembok. Perubahannya ini dimaksudkan agar lebih kokoh dan bisa menampung jamaah yang lebih banyak lagi. Mengingat jumlah santri semakin banyak.Lagi pula  pihak pesantren tidak membangun masjid ditempat yang lain.
Proses renofasi masjid rupanya tidak membuat Jin-Jin  pergi, melainkan tetap saja tinggal. Banyak santri-santri itu ditemui. Khususnya pada malam hari. Jika  ada santri yang tiduran didalam masjid  baik senganja maupun tidak. “Diangkat keluar masjid. Ketika bangun sudah berada diluar masjid,”ujarnya..
Dari kejadian itu, lambat-laun jarang ada santri yang  mau tiduran didalam masjid. Lebih memilih tidur didalam kamar pondok. Meskipun  harus tidur berjubelan dengan teman-teman santri lain. Bagi mereka yang penting  tidak ditemui mahluk yang menakutkan itu pada malam hari. 
Tapi aneh juga, meskipun sudah tidur dalam pondok. Tetap saja di temui. Baik santri perempuan maupun laki-laki. Dulu  santri putri sepertinya kesurupan. Karena kemasukan Jin. Begitu pula yang santri laki-laki ketakutan setelah ditemui mahluk hitam besar di depan kamar pondok. husnu mufid



0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar melalui emai
sialahkan saja melakukan demonstrasi, akan tetapi gunakanlah dengan cara-cara damai dan jangan sampai memacetkan jalan raya yang merugikan masyarakat