Rabu, 19 Maret 2014

Pendopo Kutoarjo



Kejadian-Kejadian  Mistis di Bekas Pendopo Kadipaten Kutoarjo Jateng

Sering Muncul Laki-Laki Berpakaian Adat Jawa dan Ular Cobra Gaib 

Gedung pendopo yang dibangun pada masa pemerintahan Adipati Sawunggalih I ini masih tetap kokoh. Jika malam hari terlihat angker.  Sering  terdengar bunyi-bunyian gamelan, muncul ular cobra dan orang laki-laki berpakaian adat. Tapi setelah dicari tidak ada. Kalau masyarakat menggunakan sebagai tempat resepsi pernikahan disyaratkan menebar sesaji. 


Dibangun Jaman Sawunggalih
Pendopo Kutoarjo yang terletak di sebelah alun-alun ini  masih seperti aslinya. Bangunannya belum banyak yang berubah.  Sebagian ruangannya dimanfaatkan sebagai  Musium Tosan Aji, perpustakaan umum, penyimpanan benda-benda bersejarah dan kegiatan  resepsi pernikahan.
Usianya sudah  melebihi dua ratus tahun. Dibangun pada masa pemerintahan Bupati Sawunggalih I. Pernah dijadikan sebagai tempat pemerintahan otonom sebelum kadipaten dipindah  di Purworejo. Dan  perlindungan penduduk  saat terjadi banjir badang di Kutoarjo ada tahun 1921.
Dalam perkembangan selanjutnya  setelah bupati Sawunggalih meninggal dan kadipaten dipindah ke Purworejo. Keberadaan pendopo berubah total. Yang dahulunya ramai  dengan berbagai kegiatan menjadi sepi. Bahkan menampakkan keangkeran. Karena sering kali terjadi kejadian-kejadian yang tidak masuk akal. 

Sering Muncul Kejadian Mistis
Kejadian mistik tersebut, pertama berupa terdengarnya  bunyi gamelan kerawitan. Biasanya pada Jum’at Kliwon dalam pendopo. Anehnya  setelah  didekati  masyarakat suara gamelan itu  pelan-pelan hilang. Namun begitu ditinggal pergi terdengar kembali dengan nyaring.   
Kejadian  yang kedua,   kalau ada  keluarga yang mengadakan  resepsi perkawinan dalam gedung pendopo. Disyaratkan untuk  menebar sesaji terlebih dahulu. Jika tidak dilakukan dengan dalih tidak percaya atau lupa.
Maka  ada saja persoalan yang mengganggu. Biasanya   lampu  listrik penerangan mendadak padam, padahal  lampu  sekitarnya tidak padam. Kemudian menyusul seorang juru  masaknya  kesurupan. Sepertinya kerasukan mahluq halus.  “Kejadian tersebut seringkali berulang,”ujar Tri Yuliono penduduk sekitar.
Ketiga, pada  malam hari sering kali terlihat ndaru. Seperti ada  cahaya turun dari langit  mendekat ke pendopo. Disusul munculnya  Ular Cobra yang mau menerkam orang yang kebetulan melihat. Bila dipandang terus mendadak hilang. Tapi bagi orang yang tidak pernah melihat kejadian tersebut langsung melarikan diri meninggalkan pendopo.
Kejadian keempat, bahwa dipendopo  pada malam hari  seringkali terlihat  seorang laki-laki berpakaian adat Jawa. Keluar masuk dengan santai  atau terburu-buru.Anehnya    setelah dicari di dalam ruangan gedung pendopo, orangnya tidak ada. Malahan yang mencari  ketakutan sendiri.
Tidak heran kalau pada malam hari  jarang ada orang yang mendekat. Hanya orang tertentu saja yang berani bersantai di pendopo menikmati suasana mistis. Suasana yang  mistis itu didukung dengan lampu penerangan yang minim sekali dan nyaris tidak ada. Sehingga jika dilihat   dari jauh seperti gedung hantu.
Memang  suasananya seperti jaman penjajahan Belanda dulu kalau malam hari. Masih menyisakan keangkeran  dan menakutkan. Tidak pandang  hari minggu atau hari-hari biasa. Dengan demikian berbeda di kota-kota lain. husnu mufid
  

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar melalui emai
sialahkan saja melakukan demonstrasi, akan tetapi gunakanlah dengan cara-cara damai dan jangan sampai memacetkan jalan raya yang merugikan masyarakat