Rabu, 19 Maret 2014

Silat Budi Suci Jakarta



Potret Jati Diri Perguruan Pencak Silat Budi Suci

Tidak Mempan Disiram Air Keras


Untuk menjadi seorang  murid Perguruan Pencak Silat Budi Suci (PSBS) tidaklah mudah, karena terlebih dulu harus menguasai  gerakan 10 jurus inti. Tingkatan selanjutnya, murid tersebut akan mendapat empat materi jurus dan itu dikembangkan hingga 10 gerakan yakni masing-masing  yakni gerak gesekan, kembangan, cimande, dan pecahan.

Salah satu yang menjadi ciri dari Perguruan Silat Budi Suci adalah, bila mampu menguasai seluruh jurus dan ilmu yang ada, mereka justru semakin merendah dan tidak tampak memiliki ilmu. Meski pada perkembangannya, orang yang telah menguasai ilmu dari silat budi suci ini tulang menjadi keras, tidak mempan disiram air keras, dan memiliki benteng seperti besi. Bagaimanakah sebenarnya tingkatan dalam ilmu itu?

 

Jurus Inti

Perguruan Pencak Silat Budi Suci yang diciptakan H  Abdul Rosyid dan  di kembangkan  Mohammad Sidik  ini  berkembang cukup pesat. Diakui keberadaannya  oleh IPSI  tahun 1986. Kini jumlah  muridnya sudah mencapai ribuan orang di Jawa Timur.
Agar bisa diangkat sebagai murit, maka terlebih dulu harus menguasai 10 jurus inti. Setiap jurus memiliki gerakan yang hampir sama, tapi tujuannya yang berbeda. Baik dalam gerakan kaki maupun cara mengolah napasnya.
Untuk menguasai 10 jurus tersebut, rata-rata membutuhkan waktu 4 - 6 bulan. Selain itu, menurut Ketua Pengda  Jatim Imam Basuki. Pertama adalah jurus satu.  Salah satu cirinya adalah kaki kiri maju, napas masuk. Tujuannya menghantam pusar lawan. Jurus kedua, dua tendet, kaki  kanan maju  napas keluar. Tujuannya menekan lutut lawan. Jurus ketiga, dua jebleg, kaki kanan maju , nafas keluar. Tujuannya  mendorong dada lawan. Jurus ke empat,  tarik tiga ,  kaki kiri  maju, napas masuk.  Tujuannya menarik leher lawan.
Jurus kelima, empat tendet, kaki kanan  maju, nafasnya  keluar. Tujuannya mengambil kaki lawan. Jurus ke enam, empat gilas, kaki kiri maju, nafas masuk. Tujuannya  melintir tangan lawan. Jurus ketujuh,  empat lewat, kaki kiri maju, nafas masuk. Tujuannya melempar seluruh  tubuh lawan.
Jurus kedelapan,  empat potong, kaki  kanan maju, nafas keluar. Tujuannya mematahkan tangan lawan. Jurus ke sembilan, empat colok, kaki kanan maju, nafas keluar. Tujuannya menghantam leher lawan. Jurus ke sepuluh, namanya jurus lima, kaki kiri maju, nafas masuk. Tujuannya menegangkan seluruh tubuh lawan.
“Jurus satu sampai sepuluh ini  merupakan dasar. Belum diisi ilmu kanoragan. Selain itu, untuk membedakan masing-masing tingkatan hanya penambahan strip di sabuknya. Sabuk dasarnya tetap berwarna merah,” papar Imam Basuki.

Empat Materi Jurus
Setelah menguasai kesepuluh jurus. Maka diadakan khataman (memperagakan 10 jurus) sebagai rasa syukur. Bila dirasa sudah mantap dan benar, maka tingkatannya dinaikkan dengan diberi materi; gerak sentuh (GS), kembangan, cimande dan pecahan. “Lama penguasaan 4 materi tersebut selama satu tahun. Sabuk yang dipakai merah strip hijau,”ujar Imam Basuki Wonorejo I/30 Surabaya.
Begitu  lulus, naik tingkat lagi  dengan memakai sabuk merah strip kuning. Materi  yang diajarkan  sama juga. Yaitu  gerak sentuh, kembangan, cimande dan pecahan.  “Cuma bedanya satu, dua, tiga, empat sampai sepuluh adalah  jurus yang dikuasai.  Sesuai dengan tingkatannya. Untuk menguasai ilmu ini biasanya mencapai sepuluh tahun. Bahkan ada yang 20 tahun, sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing,”ujar Imam Basuki Ketua Pengda Jatim.
Setelah menguasai 10 jurus. Lalu mendapatkan pendalaman ilmu yang  namanya, pertama, ilmu tulang kering satu. Kedua, ilmu anti air keras. Ketiga,  ilmu pagar besi dan keempat ilmu gertak satu. Yang di maksud dari ilmu tulang kering adalah, ilmu menguatkan tulang tangan dengan syarat menghancurkan tebu wulung atau ireng.
Ilmu anti air keras ini suatu ilmu untuk memperdalam anti diraman air keras atau bahan kimia lainnya. Persyaratannya  harus berpuasa minimal 3 hari. Sedangkan ilmu pagar besi adalah ilmu yang mempelajari pemagaran rumah. Tujuannya untuk memagari rumah, gedung, tambak  dari serangan orang-orang berbuat jahat. Syaratnya dengan berpuasa selama beberapa hari.
Sementara  ilmu gertak satu (menggedak lawan). Artinya ilmu untuk   menguasai emosi lawan. Yang nantinya  bisa  luluh dan  wurung gegeran. Persoalan yang berat bisa diselesaikan dengan damai tanpa menggunakan kekerasan.
Ciri-ciri orang yang telah menguasai ilmu tersebut, orangnya suka menghargai dan menghormati  orang lain. Karena terikat dengan sumpah. Selain itu tingkah lakunya seperti tidak bisa silat. Namun sebetulnya menguasai ilmu silat tingkat tinggi. Dan paling menonjol suka menolong orang lain.(bersambung) husnu mufid. 






2 komentar:

news mengatakan...

Kalau mau daftar di jakarta di mana? Minta kontaknya. Terima kasih

Anonim mengatakan...

Posisi Jakarta mana yia maaf kalau boleh tau

Posting Komentar

silahkan komentar melalui emai
sialahkan saja melakukan demonstrasi, akan tetapi gunakanlah dengan cara-cara damai dan jangan sampai memacetkan jalan raya yang merugikan masyarakat